BMD-Alam Janji Berantas Miras di Kota Jayapura | Pasific Pos.com

| 24 July, 2019 |

BMD-Alam Janji Berantas Miras di Kota Jayapura

Headline Penulis  Kamis, 03 November 2016 13:37 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Pasangan calon Wali Kota Jayapura nomor 2, Boy Markus Dawir – H Nuralam

 

Jayapura,- Pasangan calon Wali Kota Jayapura nomor 2, Boy Markus Dawir – H Nuralam atau akrab disebut BMD-Alam melakukan kampanye perdana dengan melakukan tatap muka bersama masyarakat di dua lokasi yakni di Dok IX, Jayapura Utara, dan Jaya Asri, Jayapura Selatan, Rabu (2/11) kemarin.

Dihadapan ratusan warga itu,  BMD dalam orasinya menegaskan jika program yang menjadi prioritas utama adalah pemberantasan miras di Kota Jayapura.
“Kami sebagai calon Walikota, prioritas kami adalah miras bersih di kota ini. Kami akan cari,  mau sembunyi dilobang manapun, kita akan bersihkan miras dari Kota ini,” tegas BMD
Bahkan, jika ia terpilih menjadi Wali Kota Jayapura, maka usai dilantik, besoknya  akan langsung melakukan sapu bersih terhadap minuman keras di Kota Jayapura, baik dari tingkat distributor hingga pengecer, tanpa menunggu 100 hari kerja.
Menurutnya, pemberantasan miras di Kota Jayapura menjadi prioritas yang pertama, karena membahayakan dan menjadi pembunuh orang Papua sampai saat ini.
“Saya akan pimpin langsung untuk bersihkan miras di Kota Jayapura. Siapapun dia akan cabut ijinnya,” tandasnya.
Bahkan kata Politisi Partai Demokrat ini, bukan hanya minuman keras pabrikan saja, tetapi juga pembersihan terhadap minuman keras buatan lokal alias milo, termasuk alkohol yang sering disalahgunakan.
Apalagi, lanjut  BMD, miras ini menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas, memicu keributan, penganiayaan hingga pembunuhan dan KDRT serta pemerkosaan dan tindak kejahatan lainnya.
“Ya, semua itu karena akibat miras. Bahkan, sampai hari minggu ada yang mau gereja tapi ada yang tidur di got depan gereja akibat miras. Jika ada yang tidak setuju, itu pilihan tapi ini demi kebaikan untuk rakyat di Kota Jayapura,”  tandas BMD.
Selain itu, program prioritas yang ditawarkan BMD-Alam adalah memberikan jaminan keamanan kepada rakyat Indonesia yang ada di Kota Jayapura, dengan memberikan dukungan kepada TNI dan Polri, agar masyarakat dapat bebas beraktifitas.
“Jika aman di kota ini, maka aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan lancar, aman dan damai,” ucapnya.
Selain itu juga, BMD-Alam juga bakal meningkatkan kesejahteraan aparat RT/RW, dengan menaikan honor mereka dari Rp 500 ribu per triwulan menjadi Rp 1,5 juta per triwulan, karena mereka turut membantu pemerintah dan menjaga kota ini aman dan damai.
Seperti dalam bidang pendidikan, BMD-Alam tidak akan melakukan diskriminasi, tetapi semua anak-anak sekolah bebas biaya tanpa pandang bulu dari suku mana.
“Bukan hanya warga Port Numbay, memang dia prioritaskan, tapi kita lihat secara keseluruhan. Karena bagi kami bukan hanya warga Port Numbay yang bangun kota ini, tapi banyak warga dari daerah lain seperyi Biak, Ternate dan lainnya, jadi wajib hukumya bertanggungjawab terhadap rakyat, sehingga tidak ada diskriminasi,” ujar BMD.
Sementara dalam bidang kesehatan, BMD-Alam akan memprogramkan pembangunan rumah sakit, karena sampai saat ini Kota Jayapura tidak memiliki rumah sakit sendiri dan tidak membeda-bedakan dalam pelayanan kesehatan.
Selain itu, BMD-Alam juga akan melakukan penataan kota ini, termasuk akan membangun 20 rumah susun dengan 60 – 100 hunian.  “Kami akan lobi ke pusat untuk program perumahan sehat,” katanya.
Selain itu, BMD-Alam akan memperbaiki infrastruktur dasar di kota ini, termasuk jalan jeramba diganti dengan beton yang tahan sampai 30 tahun.
“Harus buat kota ini lebih bagus, apalagi sebagai ibukota provinsi, termasuk memberikan perhatian untuk nelayan, jalan perumahan, talut dan mengatasi banjir,” ujarnya.
Sedangkan untuk perekonomian, pihaknya akan membenahi pasar dengan baik, baik di Dok IX, Pasar Hamadi, Entrop dan Pasar Youtefa. “Untuk Pasar Youtefa, kami akan benahi dengan membangun ramah lingkungan dengan menyediakan daerah resapan, sehingga tidak kebanjiran,” katanya.
Namun BMD  tidak sependapat jika hari minggu aktivitas pasar tutup, sehingga ia akan mencabut surat wali kota tersebut, karena pada hari jumat bagi umat Islam tidak ada yang tutup atau libur.”Soal ibadah ini masalah iman, bagi kami tidak melarang orang jualan di hari minggu,”tuturnya.
Pihaknya juga akan mendorong pengusaha lokal agar bisa bersaing dengan menyiapkan pengusaha lokal yang memiliki naluri sebagai pengusaha. Sementara itu, calon Wakil Wali Kota Jayapura, H Nuralam menambahkan, pihaknya akan mewujudkan program-program tersebut, termasuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pusat.
“Saya ingin ada perubahan, sehingga saya pilih mendampingi BMD.  Kita mau maju, pemimpinnya harus banyak komunikasi dengan pusat supaya kota ini lebih cepat maju, kalau dana banak turun tentu berdampak ke masyarakat kota,” imbuhnya.
Untuk itu, ia mengajak warga agar mendukung paslon nomor urut 2 untuk melakukan perubahan termasuk memiliki rumah sakit sendiri,  terminal dan lainnya.
Dalam kampanye ini, juga dihadiri Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Carolus K Bolly, anggota DPR Papua dari Partai Demokrat, Thomas Sondegau, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Jayapura, Elly Karuri dan bersama anggota Maria Tappang dan Christ Kondubua dan pengurus PPP dan PKPI Kota Jayapura. (Yuni)

Dibaca 326 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.