11 Ribu Personil Gabungan Amankan Pilkada 2017 | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

11 Ribu Personil Gabungan Amankan Pilkada 2017

Headline Penulis  Senin, 17 Oktober 2016 09:28 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw Saat Melakukan pengecekan personilnya dalam apel gabungan pengamanan Pilkada serentak 2017 di Provinsi Papua.

 

JAYAPURA,- Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menyampaikan dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di 11 kabupaten/Kota se Papua, sebanyak 11 Ribu personil gabungan aan di siagakan guna pengamanan tahapan Pemilu Tahun 2017.

"Polda Papua akan kerahkan sebanyak 5.246 personil, ditambah dari TNI sebanyak 286 personil dan Linmas sebanyak 3.533 personil, ini kita siagakan dalam pengamanan pilkada serentak 2017 di Provinsi Papua," ungkap Kapolda, saat membuka latihan Pra Operasi dan Sistem Pengamanan Mantap Praja 2017 di Lapangan SPN Jayapura, Sabtu (15/10/2016).
Kata Kapolda, selain terkonsentrasi pada rangkaian dan tahapan Pilkada 2017, ribuan personil juga dilibatkan dan Operasi Mantap Praja 2017.
"Operasi Mantap Praja berlangsung selama 180 hari, dan ini sudah termasuk dalam pengamanan Pilkada. Kita antisipasi gangguan Kamtibmas pesta demokrasi, termasuk antisipasi teror kepada penyelenggara maupun calon kepala daerah dan wakil kepala daerah," katanya.
Dalam Pilkada serentak 2017 mendatang, sebanyak 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua menggelar pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, yaitu, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Nduga, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Mappi, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kabupaten Dogiyai.
Dari pantauan Pasific Pos Sabtu kemerin, personil Polri dan TNI, Lintas Masyarakat (linmas) berkumpul di lapangan sekolah polisi negara (SPN). Mereka tampak sigap menantikan Kepala Polisi Daerah (kapolda) Papua, Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw untuk memberikan arahan.
Adapun simulasi tersebut seperti kampanye calon Wali Kota Jayapura dan wakilnya yang visi misinya balak memberikan setiap Rp10 juta kepada masyarakat Kota Jayapura hingga medicure tiga kali dalam sebulan dan ada pencoblosan di TPS.
Selanjutnya, satuan lalu lintas mengamankan macetnya jalan akibat kampanye, bentrok antara massa dan polisi hingga massa dikejar-kejar anjing milik polisi. Massa di hujani peluru. Dan yang paling menegangkan saat ada aksi menjinakkan bom dari tim Gegan Brimob Polda Papua.
Namun, sebelum dua agenda tersebut dilangsungkan, Paulus Waterpauw yang juga inspektur dalam apel ini melakukan pengecekan personil yang didampingi sejumlah muspida seperti KPU kota, Panwaslu, Penjabat Wali Kota Jayapura. Hadir juga calon Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Wakilnya, Haji Rustam Saru (HARUS).
Penjabat Wali Kota Jayapura, Daniel Pahabol saat ditemui Pasific Pos mengatakan, upaya yang dilakukan Polda Papua agar pilkada serentak berjalan secara tertib, aman, nyaman dan terkendala.
"Polisi melakukan tugas negara terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab akan diperhadapkan dengan hukum. Dari pada menghadap keamanan dia menyiksan diri dengan berbagai macam cara lebih bagusnya masyarakat tenang di tempat dan tidak tidak boleh dipengaruhi oleh hal-hal yang negatif," ujarnya.  (Ramah/Ridwan)

Dibaca 354 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.