13 WNA Pekerja Di PT TAP Gunakan Visa Kunjungan | Pasific Pos.com

| 14 October, 2019 |

13 WNA Pekerja Di PT TAP Gunakan Visa Kunjungan

Headline Penulis  Jumat, 14 Oktober 2016 17:48 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

PT  Tunas Anugrah Papua (TAP)

 

    Nabire, 13 warga negara asing (WNA) yang bekerja sebagai penambang  di PT  Tunas Anugrah Papua (TAP) masuk ke Nabire dengan menggunakan Visa kunjungan. Demikian dikatakan Kepala Imigrasi Biak Fendah Hartanto saat dihubungi melalui telephon sellulernya Jumat (14/10) pagi.

    "15 pekerja di PT TAP Nabire itu masuk dengan visa kunjungan, bukan turis," ujar Fendah Hatanto.
    Dikatakan pihak imigrasi sudah menghubungi pihak perusahaan dan menanyakan keberadaan tenaga kerja pertambangan tersebut. "Saya sudah konfirmasi ke perusahaan dan benar mereka ada disana," ujarnya.
    Dijelaskannya, ke 13 orang ini masuk dengan menggunakan visa kunjungan dan sudah mengalami perpanjangan dan akan berakhir pada tanggal 24 Oktober 2016.
    Dikatakannya pula bahwa pihak perusahaan telah menjanjikan bahwa pada tanggal 15 Oktober para penambang ini akan dipulangkan. "Perusahaan berjanji membelikan tiket untuk tanggal 15 Oktober bagi ke 13 pekerja ini. Dan bila mereka tidak menepatinya maka kami akan terpaksa mendeportasi mereka," ujar Fendah.
    Fendah lebih lanjut menjelaskan bahwa pihak imigrasi telah mendapatkan laporan tentang WNA sebagai pekerja tambang. Namun pihaknya tidak bisa melaksanakan pemantauan langsung sebab terkendala jauhnya lokasi dan biaya kunjungan. "Kami di Biak, sementara lokasi di Nabire. Ini jauh ya mbak, dan kami tidak memiliki dana untuk itu," ujar Fendah.
    Namun Fendah menjanjikan akan berkunjung ke Nabire minggu depan terkait indikaksi banyaknya pekerja asing di nabire yang menyalahgunakan visa. "Bila mereka masih berada di nabire dan bila terbukti menyalahgunakan visa maka tidak menutup kemungkinan di deportasi.
    Dari sumber web imigrasi, diketahui visa kunjungan atau visa on arrival dapat digunakan dan diberikan kepada Orang Asing yang akan melakukan perjalanan ke Indonesia untuk kunjungan seperti dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain. Wisata, keluarga, sosial, seni dan budaya, tugas pemerintahan, olahraga yang tidak bersifat komersial, studi banding, kursus/pelatihan singkat, memberikan bimbingan, penyuluhan dan pelatihan dalam penerapan dan inovasi teknologi industri untuk meningkatkan mutu dan desain produk industri serta kerja sama pemasaran luar negeri bagi Indonesia, melakukan pekerjaan darurat dan mendesak, jurnalistik yang telah mendapat izin dari instansi yang berwenang, pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat izin dari instansi yang berwenang, melakukan pembicaraan bisnis, melakukan pembelian barang, memberikan ceramah atau mengikuti seminar, mengikuti pameran internasional, mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia, melakukan audit, kendali mutu produksi, atau inspeksi pada cabang perusahaan di Indonesia, calon tenaga kerja asing dalam uji coba kemampuan dalam bekerja, meneruskan perjalanan ke negara lain; dan bergabung dengan alat angkut yang berada di Wilayah Indonesia.
    Dalam web ini juga diterangkan orang asing dapat memperoleh visa kunjungan pada saat kedatangannya di wilayah Indonesia , jika negaranya termasuk dalam daftar negara Visa Kunjungan Saat Kedatangan.
    visa kunjungan saat kedatangan diberikan lama tinggal 30 (tiga puluh) hari dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali dengan lama tinggal 30 (tiga puluh) hari. (Fani)

Dibaca 357 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.