Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Papua Tinggi | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Papua Tinggi

Headline Penulis  Selasa, 31 Maret 2015 15:59 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Provinsi Papua  Papua termasuk salah satu provinsi di Indonesia dengan tingkat kekerasan paling tinggi menurut United Nations Development Programme (UNDP).
"Kekerasan yang terjadi di Papua cukup variatif antara lain kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan dan anak di sekolah dan kekerasan terhadap perempuan dan anak di tempat kerja,’’ ujar Gubernur dalam sambutan yang disampaikan Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Rosina Upessy pada pelatihan Paralegal Anak, di Hotel Horizon Jayapura, Senin (30/3) kemarin.
Menurut Gubernur, pelatihan paralegal anak yang dilaksanakan ini merupakan salah satu yang wajib dilakukan oleh  Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara umum dan Kota Jayapura secara khusus.
"Pelatihan paralegal anak bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendamping akan pemahaman, pengetahuan dan pendampingan hukum bagi kita yang bekerja dengan isu perlindungan korban dan pelaku tindak kekerasan dan untuk mewujudkan visi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera," katanya.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepads Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua yang telah menyelenggarakan kegiatsn Paralegal anak tersebut.
Sementara itu, Kepala BPP dan PA Provinsi Papua, Anike Rawar menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan ini dalam rangka memberikan pemahaman kepada para pendamping, sehingga melalui kegiatan tersebut dapat menjadikan para pendamping mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi dilapangan.
"Kita berharap adanya tenaga terampil yang dapat melakukan pendampingan bagi anak korban kekerasan di tingkat komunitas serta anak dapat mengakses keadilan hukum secara mudah sederhana,"jelasnya. (Bams)

Dibaca 710 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.