Kandidat Balon Bupati Diminta Kendalikan Massanya | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

Kandidat Balon Bupati Diminta Kendalikan Massanya

Headline Penulis  Selasa, 04 Oktober 2016 08:42 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Marthen Tipagau

Jayapura,- Ketua DPRD Kabupaten Intan Jaya, Marthen Tipagau meminta semua kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati khususnya yang berada di Kabupaten Intan Jaya untuk dapat mengendalikan massanya.
“Saya selaku Ketua DPRD meminta semua kandidat untuk mengendalikan massanya masing-masing, supaya tidak terjadi konflik yang tidakdiinginkan oleh calon maupun masyarakat,” tegas Marthen Tipagau di Jayapura, Senin (3/10).

Oleh karena itu, Politisi Partai Demokrat ini mengharapkan semua kandidat wajib memberikan pemahaman politik yang baik, bukan melakukan kampanye hitam, yang dapat memicu konflik antar pendukung.
Apalagi, lanjut Marthen Tipagau, DPRD Intan Jaya tidak menginginkan adanya masyarakat yang tidak mengetahui menjadi korban dalam proses Pilkada Serentak 2017.
“Kami tidak ingin, masyarakat yang tidak tahu apa-apa jadi korban dalam Pilkada ini,” tandasnya.
Untuk itu, DPRD Intan Jaya juga meminta KPUD secara proaktif mensosialisasikan semua tahapan Pilkada Serentak tersebut kepada masyarakat dengan baik, hingga ke tingkat distrik dan kampungkarena kebanyakan pemilih ini adalah masyarakat yang awam.
Selain itu,  kata Marthen, DPRD Intan Jaya juga akan membentuk pansus untuk menangani Pilkada ini. “Selain kami membentuk pansus, kami harap semua komponen termasuk calon untuk bertanggungjawab supaya tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan oleh kita semua, supaya Pilkada dapat berjalan aman, sehingga dapat  mencapai tujuan yang diinginkan bersama,” terangnya.
Ia mengungkapkan bahwa,  dalam pendaftaran beberapa waktu lalu, setidaknya ada 4 pasang kandidat bupati yang telah mendaftar ke KPUD dan saat ini masih dalam proses verifikasi.
Terkait adanya dukungan ganda dari partai pengusung, Marthen Tipagau meminta agar menyerahkan sepenuhnnya kepada KPUD untuk memutuskan, dengan melihat SK dari DPP dari masing-masing parpol, karena banyak masyarakat yang tidak mengerti sehingga bisa menjadi permasalahan.
“Itu bukan kewenangan dari DPC atau DPD/DPW tetapi kewenangan DPP, sehingga harus menunggu keputusan DPP, “ jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa,  pemilihan Bupati Intan Jaya, banyak perbedaan yang masuk, ada pendatang dan ada yang suku mayoritas disitu, tetapi mayoritas asli situ atau pendatang silahkan kerja di Intan Jaya itu dengan hati.
“Bukan cari uang, tapi siapa dia yang dipilih oleh masyarakat Intan Jaya, itulah pemimpin masyarakat Intan Jaya untuk lima tahun besok, “ ucapnya.
Namun sebagai Ketua DPRD Intan Jaya,  ia tidak mengingkan masyarakat yang tidak tahu masalah menjadi korban gara-gara politik, untuk itu politik harus berjalan secara demokratis, jujur dan adil pada saat pemilihan.
Kata dia, memang KPUD belum tetapkan calon,  tapi sudah daftar  dan masih verifikasi. Karena, kemenangan itu ditentukan oleh Tuhan.
“Jadi kalau masyarakat soal politik, mereka siap karena keinginan masayrakat membangun Intan, itu sangat kuat. Tetapi isu yang ada, karena untuk menjatuhkan satu sama lain, dan itu biasa, itu bagian dari politik, tetapi kita akan tunggu siapa yang dipilih masyarakat, “ tukasnya. (Yuni)

Dibaca 483 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX