DPRP Minta Stop Jatuhkan Calon Kepala Daerah di Medsos | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

DPRP Minta Stop Jatuhkan Calon Kepala Daerah di Medsos

Headline Penulis  Jumat, 30 September 2016 15:34 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Natan Pehabol

 

Jayapura  :  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) meminta
kepada masyarakat maupun para pendukung para calon Bupati pada Pilkada
serentak 2017 agar bersaing secara sehat.

“Sekarang sudah ramai dimedia para pendukung saling mencela.
Masyarakat Papua berhak memilih dan menentukan figur-figur terbaik
selama lima tahun kedepan bukan saling menjatuhkan atau menjelekkan,”
kata Natan Pehabol kepada Wartawan di Kantor di DPR Papua, Kamis
(29/9) kemarin.
Menurut dia, yang direkomendasikan oleh partai untuk memperebutkan
kursi nomor satu di Kabupaten/Kota merupakan kandidat terbiak dan
putra terbaik.
“Siapapun calon yang maju itu merupakan putra terbaik Papua dan berhak
dipilih rakyat. Sebab calon kandindat telah mendapat rekomendasi dari
partai politik. Jadi saya minta agar kandindat tidak menjelek-jelekan
calon kepala derah, “ tegas Natan.
Bahkan kata Natan,  dampak yang timbul akibat menjatuhkan calon bupati
maupun walikota di media social dapat berdampak kepada proses hukum
sehingga masyarakat harus berhati-hati.
“Pilihan rakyat tergantung pada hati nurani kita tanpa ada provokasi
oleh siapapun. kepada kelompok siapapun yang merasa membenci hingga
menjelek-jelekkan. Baik itu di media sosial, media cetak dan media
elektronik secara berlebihan, maka arahkan ke proses hukum,” ucapnya.
Ia mengungkpakn bahwa, saat ini salah satu calon bupati Jayapura yang
sudah kepercayaan dari partai untuk memimpin di kabupaten Jayapura
adalah ibu Yanni. Namun ada oknum tertentu yang berusaha untuk
menjelek-jelekan keputusan partai.
“Beliau tidak sembarang maju, apalagi ibu Yanni merupakan perempuan
pertama yang maju mencalonkan diri sebagai Bupati Jayapura periode
2017-2022.  Itu artinya, beliau punya perhatian dan kepedulian bagi
masyarakatnya, sehingga masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih
sesuai hati nurani, bukan dijelek-jelekan hanya karena diboncengi
oknum tertentu,” pungkasnya. (Yuni)

Dibaca 318 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.