Bupati/Walikota dan Wakilnya Harus OAP | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Bupati/Walikota dan Wakilnya Harus OAP

Headline Penulis  Senin, 30 Maret 2015 15:27 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"MRP Temui KPU Pusat"

Jayapura,- Guna mendorong Keputusan MRP No. 14 Tahun 2010 tentang keaslian orang asli Papua pada pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah, Tim MRP lakukan pertemuan dengan KPU Pusat serta sejumlah Kementerian terkait.
Ketua MRP, Timotius Murib, SH kepada wartawan mengatakan, Papua sebagai daerah Otonomi Kusus, kekhususan itu harus ada. Untuk itu, MRP mengedepankan semangat Otsusnya itu.
Oleh karena itu,  untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/ Wakil Wali Kota harus orang asli Papua.  Semangat itu sudah dituangkan di dalam Keputusan MRP No. 14 Tahun 2010. Tegasnya.
Dikatakan, MRP sudah sering menyampaikan kepada Pemerintah daerah Kabupaten/Kota,  tetapi selama ini keputusan itu tidak diindahkan, baik oleh Pemerintah daerah dalam hal ini KPUD setempat maupun para pimpinan parpol.
Oleh karena itu, MRP telah membentuk tim Pilkada dan tim telah bertolak ke Jakarta dan sudah melakukan pertemuan dengan KPU Pusat.
“MRP dorong Keputusan MRP No. 14 Tahun 2010 tersebut sesuai semangat UU No.21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua, yang harus jadi Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati/Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus orang asli Papua. Tentang ini sudah diatur dan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur sudah diatur dalam Perdasus, tetapi untuk Bupati dan Wakil Bupati/Wali Kota dan Wakil Wali Kota, semangat Otsus tersebut belum ada turunannya.
Kalau dilihat, ada salah satu pasal di UU KPU, tetapi KPU tidak bisa terus beranggapan indenpenden tetapi harus patuhi regulasi yang sudah ada di daerah-daerah khusus, terutama kita di Papua.
“Papua ada kekususan, sehingga pelaksanaan Pilkada harus sesuai dengan regulasi yang sudah ada di daerah kekhususan tersebut. kita di Provinsi Papua ada agenda pelaksanaan Pilkada serentak di 10 Kabupaten, maka MRP sebagai lembaga kultur orang asli Papua mengedepankan semangat Otsusnya itu,”ujarnya. (Hendry Holago)

Dibaca 631 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.