DPRP Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Tuntaskan Kasus HAM di Papua | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

DPRP Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Tuntaskan Kasus HAM di Papua

Headline Penulis  Kamis, 22 September 2016 12:49 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Anggota Komisi I DPR Papua, Ruben Magai

 

Jayapura :  Anggota Komisi I DPR Papua, Ruben Magai yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM mempertanyakan keseriusan pemerintah menuntaskan berbagai dugaan kasus pelanggaran HAM di Indonesia, khususnya Papua.

Ia pesimis negara bisa menuntaskan kasus pelanggaran HAM khususnya di Papua. Alasannya karena sejumlah oknum yang diduga terlibat pelanggara HAM justru menjadi pejabat negara. "Ada Luhut yang dulu menjabat Menkopolhukam sekarang menjadi menteri Kemaritiman. Menkopolhukam, Wiranto dan Kepala Bais, Hartomo. Mereka ini diindikasi terlibat berbagai dugaan pelanggaran HAM. Sekarang
siapa yang mau adili siapa?" Kata Ruben lewat via teleponnya, Rabu (21/9) kemarin.
Menurut Politisi Partai Demokrat ini,  berbagai pelanggaran HAM di Papua tak bisa diselesaikan, ini karena dalam sistem TNI/Polri masih ada para pelaku dan terduga pelanggar HAM. "Misalnya saja otak dibalik pembunuhan Theys dan kroni-kroninya disebut ke publik dipecat, dihukum. Tapi faktanya tidak. Bisa saja
yang hanya dihukum adalah anggota yang melaksanakan perintah di lapangan," ketus dia.
Ruben menuturkan, negara kini krisis kepemimpinan. Dulu Luhut sudah membentuk tim untuk pengungkapan kasus-kasus pelanggaran HAM, namun tak ada hasilnya. Kalau seperti ini, masa depan penegakan HAM di negara ini sudah tak ada titik terang.
"Pelaku sudah masuk dalam sistem. Kinerja penegakan HAM justru akan buruk. Tak akan pernah selesai pelanggaran HAM. Mereka anggap mengamankan negara, atas nama negara. Saya katakan kini Indonesia
berada pada tingkat krisis kepemimpinan," tandasnya.
Ruben magai menambahkan, mereka diduga pelanggaran HAM masuk dalam sistem negara. “Ini sudah memperlihtakan sistem memperburuk kemajuan penyelesaian HAM di Indonesia, “ pungkasnya. (Yuni)

Dibaca 290 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.