April, Pemeriksaan Tersangka Mark Up di RS Yowari | Pasific Pos.com

| 26 August, 2019 |

April, Pemeriksaan Tersangka Mark Up di RS Yowari

Headline Penulis  Sabtu, 28 Maret 2015 15:47 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Papua berencana memeriksa empat orang tersangka kasus mark up pengadaan alat kesehatan oksigen konsetrator atau mesin penghasil oksigen di Rumah Sakit Yowari Kabupaten Jayapura tahun anggaran 2010 senilai Rp 7,8 miliar.
Ke-empat tersangka tersebut yakni, SR bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, NB selaku kuasa pengguna anggaran. LA bertindak sebagai penyedian barang dan jasa dan MB yang berperan sebagai Ketua Panitia Lelang dalam tender.
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Herman da Silva kepada wartawan mengatakan pemeriksaan terhadap ke-empat tersangka akan dilakukan secara`bertahap pada awal atau pertengahan April 2015. Langkah ini dilakukan mengingat penyidik masih fokus pada pemeriksaan saksi-saksi, termasuk saksi ahli dari Jakarta.
 “Kami akan star pemeriksaan tersangka pada April minggu kedua. Pemeriksaan itu akan dilakukan secara bertahap terhadap ke-empat tersangka, mereka akan diperiksa dua –dua, tidak empat sekaligus,” papar Herman didampingi penyidik Pidana Khusus, Kamis (26/3).
Penundaan pemeriksaan terhadap para tersangka ini, kata Kajati, dikarenakan belum turunnya hasil aut dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Papua. “Kami sekarang masih tunggu hasil audit dari BPKP, kalau audit sudah turun baru kita periksa para tersangkanya,”tegasnya.
Kajati mengakui pihaknya telah memeriksa 18 orang saksi dalam kasus mark up ini. “Sudah ada 18 orang saksi dimintai keterangan, saksi itu masih bisa bertambah. Kalau barang bukti sendiri baru kemaren yang kita amankan sebanyak 2 koper dokumen,” terangnya.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Papua menggeledah Rumah Sakit Yowari, Kabupaten Jayapura, Rabu (11/3). Dari penggeledahan itu, penyidik menyita dua koper dokumen tentang berjanjian kontrak maupun pengadaan alat kesehatan oksigen konsetrator atau mesin pembuat gas oksigen (O2).
Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Papua juga menemukan adanya penggadaan merk yang terdapat pada mesin pembuat oksigen itu. Dimana mesin oksigen yang ditemukan penyidik bukan bermerk Oxair melainkan bermerk Dwyer. (Syaiful)

Dibaca 702 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.