Jajaran Kejati Papua Tangani 63 Kasus Korupsi sejak awal 2015 | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Jajaran Kejati Papua Tangani 63 Kasus Korupsi sejak awal 2015

Headline Penulis  Sabtu, 28 Maret 2015 15:46 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,-  Jajaran Kejaksaan Tinggi Papua tengah menangani 63 perkara dugaan tindak korupsi di Papua dan Papua Barat, sejak awal tahun 2015. Dari total jumlah perkara, 37 diantaranya masih tahap penyelidikan, sedangkan 26 kasus sudah meningkat menjadi tahap penyidikan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Herman da Silva menyebutkan, 63 perkara tersebut merupakan gabungan dari perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Papua dan 10 Kejaksaan Negeri. “Kami, Kejaksaan Tinggi hanya menangani 13 perkara, 8 perkara masih lidik dan 5 sudah sidik,” jelas Herman saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (26/3).
Dari 5 perkara ini, urainya, dua diantaranya merupakan perkara mark up di Rumah Sakit Yowari Kabupaten Jayapura tahun anggaran 2010 senilai Rp 7,8 miliar. Sedangkan satu perkara lagi merupakan, kasus dugaan korupsi kurang bayar dana sara dan prasaran Pemerintah Papua Barat Tahun 2008 senilai Rp 78, 9 Miliar. “Dua ini kasus yang menonjol,” kata Herman.
Untuk jajaran Kejaksaan Negeri, papar Kajati, penanganan terbanyak saat ini dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Jayapura dengan total 9 perkara, yang mana 6 perkara sudah tahap penyidikan. Sedangkan urutan kedua terbanyak, pada Kejaksaan Negeri Nabire dan Serui dengan total 9 pekara.
“Kejari Nabire dan Serui memang tangani 9 pekara korupsi, namun 7 perkara masih dalam penyelidikan, sedangkan 2 perkara sudah tahap penyidikan. Kemudian Kejari Biak sebanyak 7 perkara, 5 masih lidik dan 2 sudah tahap sidik,” paparnya. (Syaiful)

Dibaca 1477 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX