Gubernur: Tak Ada Nama Siluman di 14 Kursi | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

Gubernur: Tak Ada Nama Siluman di 14 Kursi

Headline Penulis  Senin, 19 September 2016 16:17 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua Lukas Enembe

 

BANDUNG – Gubernur Papua Lukas Enembe dengan tegas mengakui tidak ada nama baru yang disusupi dalam proses pengangkatan 14 kursi.

“Tidak ada nama-nama baru dalam 41 nama yang telah melalui tahapan seleksi yang dilakukan oleh Pansel 14 Kursi,”ungkap Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP,MH  di Hotel Aston Bandung, Sabtu (17/8) malam.
Gubernur menyebutkan, proses seleksi terhadap 14 kursi dari adat ini telah berjalan baik dan hanya 14 orang yang bakal terpilih, sehingga pihaknya berharap siapun yang terpilih, harus mendapat dukungan dari seantero bumi Cenderawasih, mengingat ini merupakan terobosan dari dirinya, padahal proses pengangkatan 14 kursi dari jalur adat ini merupakan peninggalan dari pemerintah sebelumnya.
“Kan tidak mungkin kita rekrut semua, kan hanya 14 orang saja, jadi mungkin yang lain kecewa dan melampiaskan kemarahan kepada kita, kalau mereka mau protes, harus dari dulu, bukan sekarang,”sebutnya.
Dirinya juga mengharapkan bahwa pengangkatan 14 kursi jangan disalah tafsirkan mengingat Pemerintah Provinsi Papua berupaya untuk mengembalikan keberadaan 14 kursi sesuai dengan amanat Perdasus tentang pengangkatan 14 kursi dari jalur adat.”Kita punya keinginan baik untuk mendorong keberadaan 14 kursi, sehingga kita harapkan
siapun yang terpilih dapat diterima oleh masyarakat Papua,”bebernya.
Sementara itu, Ketua DPRP, Yunus Wonda,SH,MH menuturkan bahwa siapun yang terpilih dan duduk sebagai wakil rakyat mewakili unsur adat harus diterima oleh seluruh masyarakat Papua.”Mereka ini kan mewakili masyarakat adat, kalau bukan orang Papua yang duduk, saya pikir bisa dipersoalkan, ini kan semua anak-anak Papua,sehingga saya pikir mari kita bersama-sama menerima hal ini,”tuturnya.
Menyoal minimnya perwakilan Perempuan untuk mengisi 14 kursi adat, Yunus menjelaskan bahwa jika merujuk pada Perdasus 14 kursi, tidak tertulis secara implicit besaran untuk laki-laki atau perempuan, dalam artian amanat Perdasus lebih kepada Orang Asli Papua.”Dalam Perdasus tidak tertulis berapa persen untuk laki-laki atau perempuan, lebih kepada OAP, atau masyarakat adat yang dipilih untuk masuk dalam 14 kursi,”jelasnya.
Dia menambahkan, bahwa pro kontra terkait dengan proses seleksi 14 kursi dari jalur adat tersebut, merupakan hal biasa mengingat proses ini merupakan keberanian dari gubernur, yang sejatinya harus ada. (Bams)

Dibaca 481 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.