Guru Agama Tewas Ditembak KKB Di Mulia | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Guru Agama Tewas Ditembak KKB Di Mulia

Headline Penulis  Rabu, 14 September 2016 12:16 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua tampak menyambut kedatangan jenasah korban penembakan d Mulia.

 

Sentani, Pahlawan tanpa tanda jasa itu harus meregang nyawa secara sadis. Esra Patantang (27) guru agama Khatolik di SD Inpres Wuyuneri Senin malam sekitar pukul 18.30 WIT ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Kami keluarga korban dan atas nama ikatan keluarga Toraja meminta kepada aparat keamanan untuk segera menangkap pelaku. "Kami minta pihak kepolisian menangkap pelaku dan memberi hukuman yang setimpal," ujar Markus Tandiai selaku wakil ketua IKT.
Markus yang baru turun dari pesawat Enggang yang mengantarkan korban dari Mulia tampak sangat prihatin dengan kondisi ini. "Saya juga guru. Almarhum juga guru, kami satu profesi. Kami bingung kalo situasi begini. Kami mau mengajar memajukan masyarakat tapi kami ditembak," ujar Markus.
Markus juga mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 700 KK keluarga Toraja di Mulia kabupaten Puncak Jaya dan 300 diantaranya adalah guru.
Dijelaskannya, korban saat itu akan pulang dari kota baru ke rumahnya di kota lama. Kemudian ada penumpang ojek dan kemudian ternyata menembaknya.
"Esra mengalami luka tembak pada bagian leher sebelah kanan tembus samping hidung sebelah kanan dan luka tembak pada bagian punggung ," ujar Markus.
Dikatakannya Esra merupakan sarjana agama Khatolik yang dua tahun lalu datang dari Toraja untuk mengabdikan diri sebagai guru. Namun almarhum masih merupakan guru honor di SD. "Karena masih honor, almarhum menambah nambah dengan menjadi ojek," ujar Markus.
Markus juga menceritakan bahwa sudah dua tahun terakhir ini kehidupan di Mulia aman. Tidak ada gangguan keamanan lagi. "Dua tahun aman aman saja, tiba tiba tadi malam terjadi penembakan," ujarnya.
Sementara itu salah satu warga, Norce mengatakan, tindakan ini sebagai tindakan yang biadab. “Guru itu datang untuk mencerdaskan anak anak disana, tapi apa yang diberikan masyarakat disana. Sungguh keterlaluan, guru dibunuh secara sadis,”ujar Norce
Korban penembakan , almarhum Esra  diterbangkan kekampung halamannya di Palopo Selasa sore dengan menggunakan maskapai penerbangan Batik Air.
Tampak turut mengantar jenasah korban , 8 orang keluarga almarhum dan wakil ketua IKT daearh Mulia. (Fani)

Dibaca 337 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.