Akhirnya Perdasus Parpol Disetujui | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Akhirnya Perdasus Parpol Disetujui

Headline Penulis  Rabu, 14 September 2016 12:13 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Sejarah Baru Partai Politik Lokal Papua”

Jayapura  :  Pada Jumat (9/9) kemarin,  menjadi sejarah baru bagi Provinsi Papua, dengan disetujui dan disahkannya Raperdasus tentang Partai Politik Lokal menjadi Perdasus dalam Rapat Paripurna DPR Papua.
Dalam Rapat Paripurna VI DPR Papua dengan agenda pendapat akhir fraksi itu, yang dipimpin Ketua DPR Papua, Yunus Wonda didampingi Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize, Raperdasus tentang Partai
Politik Lokal disetujui bersama dengan 3 raperdasus lainnya.

Ketiga raperdasus lain yang disetujui dan disahkan oleh DPR Papua itu, diantaranya Perdasus tentang Orang Asli Papua, Perdasus tentang Rekrutmen Politik oleh Partai Politik di Papua dan Perdasus Perubahan
tentang Perdasus Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pelarangan Produksi, Peredaran dan Penjualan Minuman Keras.
Mengetahui Raperdasus tentang Partai Politik Lokal itu disetujui oleh DPR Papua untuk disahkan, pengurus DPP Partai Papua Bersatu (PBB) langsung menyambut dengan gembira.
Selain membentangkan sepanduk besar bertuliskan ‘Dewan Pimpinan Pusat, DPW Provinsi Papua dan Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota, Partai Lokal pertama Papua Bersatu mengucapkan selamat dan sukses atas ditetapkan serta disahkan perdasus Partai Lokal oleh DPR Papua pada 9 September.
Ketua DPP Partai Papua Bersatu, Kris Fonataba mengungkapkan, sejarah mencatat sejak turunnya Peraturan Pemerintah Nomor 1 Thaun 1963 sampai dengan 2016 (53 tahun), Kami Orang Asli Papau sudah punya Noken dan
Perahu sendiri dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bahkan, Ketua DPP Partai Papua Bersatu, Kris Fonataba bersama pengurus langsung menari dan bernyanyi bersuka cita diiringi tifa mengelilingi halaman Kantor DPR Papua.
“Ini merupakan salah satu sejarah baru bagi Papua, dimana sejak turun PP Nomor 1 tahun 1963, Presiden Soekarno  mengangkat Jhon Bonay sebagai gubernur pertama, dalam perjalanan hingga terhitung 53 tahun,
baru 9 September 2016, DPR Papua menetapkan Perdasus Partai Politik Lokal,” kata Kris Fonataba kepada wartawan saat itu.
Menurutnya, dengan disahkan Perdasus Partai Politik Lokal ini, berarti Orang Papua penghuni tanah leluhur mempunyai noken dan perahu sendiri dalam bingkai NKRI.
Untuk itu, lanjut Kris Fonataba, DPP Partai Papua Bersatu menyambut positif dengan disahkannya Perdasus Partai Politik Lokal ini.
“Kami beri apresiasi yang sebesar-besarnya atas upaya dan kerja keras DPR Papua, biarkan apa yang mereka perbuat, Tuhan senantiasa memberkati kita dalam menjaga persatuan dan keutuhan negara kita,”
tandasnya.
Apakah masih perlu Perpu untuk Perdasus Partai Politik Lokal ini? Kris Fonataba mengakui bahwa regulasi baru disahkan, sehingga regulasi yang lain pihaknya belum mengetahui.
“Jadi, kita akan tetap ikut dalam Pemilu legislatif tahun 2019 dan akan merebut parlemen dan pemerintah di 2019,” kata Kris Fonataba.
Apalagi, DPP Partai Papua Bersatu kini telah mempersiapkan diri dalam menghadapi Pemilu legislatif 2019, melalui konsolidasi partai dan penyiapan persyaratan ditingkat DPD kabupaten/kota.
“Kami juga tengah memperkuat managemen partai ini, dengan harapan tahun 2017 bisa masuk dalam pra verifikasi yang akan dilaksanakan KPU Provinsi Papua,” pungkasnya. (Yuni)

Dibaca 405 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX