Dua Pekerja Jalan Trans Papua Tewas Misterius | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Dua Pekerja Jalan Trans Papua Tewas Misterius

Headline Penulis  Jumat, 09 September 2016 11:20 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw

 

JAYAPURA,- Dua Pekerja jalan Trans Papua asal Bandung Dian Kusuma (41) dan Ade Suhanda (25) ditemukan tak bernyawa. Penyebab kematian dua orang ini misterius tak diketahui.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw ketika di konfirmasi menyampaikan, tewasnya pekerja jalan trans Papua itu merupakan unsur balas dendam.
"Persoalan ini sudah dari bulan Juli lalu dimana salah satu keryawan mereka yang bekerja, tewas karena meminuma air aki dan keluarganya menuntut ganti rugi, namun dari pihak pemerintah sudah membayar, diduga pelaku pembunuhan ini dari pihak keluarga lain, sehingga meluapkan dendam kepada kedua korban ini," Katanya ketika dikonfirmasi via handphone,  Kamis (8/9).
Kapolda menyampaikan, kasus ini merupakan kriminal murni, dirinya sudah memerintahkan kepada aparat setempat untuk mencari dan menangkap para pelaku.
"Saya sudah perintahkan Kapolres untuk mencari dan menangkap pelaku yang belum diketahui berapa orang, untuk mempertanggung jawabkan sesuai proses hukum yang berlaku," tegas Paulus.
Lanjutnya, hingga sampai sore ini dirinya belum menerima laporan terkait evakuai jasad korban.  ‘Dari pagi saya sudah berkoordinas dengan Dandim dan Kapolres untuk memerintahkan mengevakuasi jasad korban namun hingga sekarang belum ada laporan kepada saya,” jelasnya.
Sementara keterangan dari Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra Atmawidjaja, Kamis (8/9/2016), keduanya ditemukan tewas di perbatasan antara Distrik Mugi dan Distrik Mapenduma tepatnya di gunung Albu. Keduanya merupakan pekerja Konsultan yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.
"Kementerian PUPR menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga. Meskipun keduanya bukan pegawai Kementerian PUPR, mereka juga mitra kerja dari Balai Pelaksanaan Jalan Kementerian PUPR dalam mewujudkan konektivitas di Papua," jelas Endra.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian diketahui bahwa keduanya bersama empat rekannya tiba di Jayapura pada 6 Agustus 2016, selanjutnya pada 12 Agustus dari Jayapura melanjutkan perjalanan ke Wamena. Pada 22 Agustus 2016, Ade Suhanda dan Dian Kusuma berangkat menuju Mugi menggunakan pesawat Ama Air, kedua orang tersebut melaksanakan pengukuran jalan untuk peningkatan jalan Trans Papua dari Distrik Mugi-Paro sepanjang sekitar 30 km.
Puncak Albu, yang terletak di perbatasan Distrik Mugi dan Distrik Mapenduma tidak memiliki jaringan telepon di daerah. Perusahaan pun mengakui bahwa belum mendapatkan informasi dari kedua korban selama tiga minggu terakhir, dan seharusnya pengukuran jalan tersebut sudah selesai dilaksanakan.
Penyebab tewasnya kedua orang itu dan kondisi jenazah korban masih belum dapat diketahui, karena masih belum bisa di evakuasi terkait cuaca yang tidak mendukung. Pekerjaan Jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena hingga ke Mamugu dimulai sejak awal tahun ini sepanjang 278,6 kilometer. Jalan ini nantinya akan menghubungkan kabupaten Nduga dan Asmat.
Sementara itu, Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Reba mengatakan kedua jenazah karyawan masih berada di TKP. Mengingat medan yang sulit, dan kondisi cuaca sangat ektrim membuat proses evakuasi jenazah ke distrik Mugi sangat sulit.
“Kita akan koordinasi dengan beberapa angggota DPRD di Kenyam Kabupaten Nduga. Rencananya evakuasi korban akan melibatkan masyarakat setempat ke distrik Mugi dan esok harinya baru akan diterbangkan ke Wamena,”Kataya. (Ridwan)

Dibaca 749 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.