Dandim dan Kapolres Harus Netral di Pilkada | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Dandim dan Kapolres Harus Netral di Pilkada

Headline Penulis  Jumat, 09 September 2016 11:17 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian

 

JAYAPURA,- Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian meminta para Dandim dan Kapolres untuk bersikap netral dalam pelaksaan Pilkada serantak 2017 mendatang.

Menurutnya, tugas aparat keamanan (Polres dan Kodim-red) sangat berat. Oleh karena itu upaya pengamanan yang akan dilakukan janganlah menjadi sia sia. “Kuncinya di masalah pengamanan. Saya ingatkan Dandim,  Kapolres supaya benar-benar direncanakan dengan baik sehingga pelaksanaan berjalan dengan lancar, ”tekannya saat memberikan arahan dalam rapat bersama Forkopimda, penyelenggara KPU, dan TNI Polri dari 11 kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2017 mendatang, berlangsung di Sasana Karya kantor Gubernur Dok II Jayapura, Kamis (8/9) siang.
Pangdam mengingatkan, agar tidak menggunakan pola yang lama atau sama seperti pola pengamanan Pilkada yang dilakukan di pulau Jawa. “Kalau di Jawa sana itukan hitungnya cuma berapa hari sebelum pemilihan, dan berapa hari setelah pencoblosan berapa anggaran makan prajurit selesai. Kalau cara berpikir seperti itu, maka kita sama dengan pemadam kebakaran, tidak dibutuhkan kalau tidak terjadi kebakaran,” ujar Pangdam.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran aparat keamanan yang akan melaksanakan pengamanan pilkada di daerahnya agar mulai sekarang sudah mulai bekerja. “Kodim mulai sekarang harus laksanakan program bimbingan tekhnis (bintek), jangan hanya terpaku terhadap apa yang diberikan oleh Bupati,” ucapnya mengingatkan.
Lanjut katanya, saat ini ada program dari Mabes TNI dan juga kodam Cenderawasih untuk kita pelaksanakan pembinaan territorial, “Saya minta semua kegiatan, semua aparat pelaksana diharapkan bagaimana bisa tercipta kondisi yang kondusif”.
Dicontohkan seperti kegiatan karya bhakti, intens melakukan komunikasi sosial dengan para tokoh masyarakat, adat pemuda setempat sekaligus mensosialisasikan tentag Pilkada serentak sehingga masyarakat mengerti.
Dikemukakan pangdam, pertemuan rapat kali ini adalah bagian dari managemen untuk pelaksanaan pilkada serentak, bagaimana kita menyiapkan, melaksanakan melakukan pengawasan, kontrol dan tentunya ada evaluasi.  “Kalau kita laksanakan dengan baik maka bisa kita mengulangi kesuksesan dan keberhasilan tahun yang lalu,” ujarnya.
 “Secara  umum, pemerintah pusat sangat apresiasi pelaksanaan pilkada  serentak tahun yang lalu telah kita laksanakan dengan aman dan tertib.  Karena tidak ada satupun konflik, kalau kita flash back ke belakang dulu setiap tahunnya terjadi peristiwa seperti konflik di Puncak Ilaga, Nduga saya rasa  ini sebagai indikator bahwa keamanan sudah semakin baik,”ujarnya.
Tentunya, kata Pangdam, ini juga yang diharapkan pada Pilkada kali ini. Diakui,  11 kabupaten yang akan pilkada jilid II  berbeda dengan kabupaten pada Pilkada serentak jilid pertama lalu. “Pilkada kali ini tantangan dan kemungkinan konfliknya lebih besar. Maka itu kita harus lebih bekerja keras dan lebih serius sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai,”akunya.
Terkait dana pengamanan yang diberikan dari masing masing kabupaten, Pangdam menekankan apapun yang diberikan harus digunakan dengan baik, dan rencanakan yang baik. (Bams)

Dibaca 330 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.