DPRP Minta Brimob Ditarik Dari Intan Jaya | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

DPRP Minta Brimob Ditarik Dari Intan Jaya

Headline Penulis  Jumat, 09 September 2016 11:14 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Anggota DPR Papua, Maria Duwitau bersama Thomas Sondegau yang juga keluarga korban penembakan di Sugapa, Intan Jaya, memberikan keterangan pers, Kamis (8/9).

 

“Pelaku Penembakan di Sugapa Harus Dipecat “

Jayapura,- Keluarga korban  yang merupakan Anggota DPR Papua mendesak Kapolda Papua agar memproses hukum terhadap oknum Brimob yang melakukan penembakan terhadap Otianus Sondegau, anak kepala suku di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu (27/8).

Sehingga  keluarga minta agar pelaku penembakan terhadap pelajar itu, agar diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat, agar memberikan efek jera kepada aparat yang lain.
“Kami minta pelaku penembakan diproses hukum seberat-beratnya dan kami keluarga sudah sepakat agar pelaku penembakan dipecat agar masyarakat juga tahu. Tidak bisa dipindahkan dari Intan Jaya saja,” tegas keluarga korban Thomas Sondegau  didampingi anggota DPR Papua, Maria Duwitau yang keduanya dari daerah pemilihan 3 yakni Intan Jaya dalam keterangan persnya di ruang Komisi IV DPR Papua,  Kamis (8/9).
Thomas Sondegau mengakui, pasca penembakan dirinya bersama Maria Duwitauw  telah turun termasuk Wakapolda Papua bersama tim dan dua jenderal utusan Kapolri dan perwakilan Komnas HAM ke Sugapa, Intan Jaya.
Yang jelas, tegas Thomas Sondegau, kejadian itu murni penembakan yang diduga kuat dilakukan oleh oknum Brimob. Ia sangat menyesalkan, karena penembakan itu dilakukan di depan rumah rumah dan disaksikan keluarganya.
“Jadi, pelaku harus dilepas baju seragamnya didepan umum, untuk membuat jera bagi yang lain, agar tidak terulang penembakan terhadap warga sipil di Papua,” tandasnya.
Namun kata Thomas, pihak korban  tidak menuntut pelaku membayar denda adat alias bayar kepala, tetapi lebih mengedepankan penegakan hukum positif.
Thomas Sondegau dengan tegas  meminta agar menarik Brimob dari Intan Jaya. “Brimob tidak boleh tugas diatas lagi, termasuk di daerah Pegunungan Papua. Ngapain mereka tugas disana, jika terjadi penembakan kami pusing,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya meminta Kapolda Papua agar mengganti Kapolsek Sugapa, lantaran tidak bisa mencegah kejadian penembakan itu.
Sementara itu, Anggota DPR Papua, Maria Duwitau juga mendesak Kapolda Papua untuk memproses hukum pelaku penembakan.
“Secara tegas, kami minta Kapolda Papua agar keempat orang oknum Brimb yang memburu korban hingga tewas tertembak itu, dipecat dari Brimob,” tegasnya.
Meski demikian, kata Maria, jika dari hasil uji forensik terbukti hanya 1 senjata saja yang menewaskan korban, namun ketiga senjata yang lain, ikut memburu siswa SMA itu.
Ia menyayangkan sikap komandan Brimob di Intan Jaya yang tidak bisa menghentikan dan mengontrol anak buahnya hingga terjadi penembakan terhadap warga itu.
Sebagai anak daerah Intan Jaya, ia meminta Kapolda Papua melihat secara jeli perilaku anak buahnya di lapangan. “Kami minta agar anggota Brimob ditarik dari Intan Jaya, karena sebelumnya Intan Jaya ini ibarat surga kedua dan tidak ada masalah, namun begitu ada Brimob, malah korban berjatuhan,” ucapnya.
Terkait hasil investigasi Polda Papua, Maria meminta agar hal itu dipublikasikan, termasuk proses hukumnya terhadap pelaku. (Yuni)

Dibaca 406 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX