Demo di Kantor Golkar Papua Diwarnai Aksi Adu Jotos | Pasific Pos.com

| 21 May, 2019 |

Demo di Kantor Golkar Papua Diwarnai Aksi Adu Jotos

Headline Penulis  Rabu, 31 Agustus 2016 07:44 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)



Jayapura,- Demo damai yang dilakukan simpatisan dan kader Partai Golkar Bersatu untuk Nebon Pahabol diwarnai insiden saling baku lempar batu dan saling adu jotos, di Halaman Kantor Gedung DPD I Partai Golkar Provinsi Papua, Selasa (30/8) kemarin siang.
Insiden ini, terjadi beberapa saat setelah massa dari kubu Nebon Pahabol, pimpinan sementara DPRD Kabupaten Yahukimo ini melakukan orasi, namun tiba-tiba datang tiga orang yang diduga kuat dari kubu Mari Mirin, tidak terima dan meminta  dengan tegas agar demo  itu dihentikan.
Tidak terima dengan itu, tiba-tiba salah satu dari kubu Mari Mirin mengambil batu yanga ada di halaman kantor itu lalu melempar kearah pendemo, sehingga terjadi saling lempar.
Bahkan  salah satu pelaku sempat merampas megaphone yang digunakan untuk orasi itu. Akibatnya, hal itu memicu terjadinya aksi baku pukul dengan ketiga orang yang datang tiba-tiba itu.
Namun, beruntung saja, aparat kepolisian yang ada di TKP, langsung bergerak cepat dengan mengamankan ketiga orang tersebut. Bahkan, ketiga orang itu, langsung diamankan ke Mapolres Jayapura Kota, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, ketiganya terus memancing situasi.
Dalam pernyataan sikapnya, yang dibacakan oleh Koordinator Demo, Mettu Iksoman mendesak DPP Partai Golkar segera mencabut surat nomor B-587/GOLKAR/VIII/2016 tentang penegasan pimpinan DPRD Kabupaten Yahukimo atas nama Mari Mirin SH, karena yang bersangkutan tidak pernah diajukan melalui proses mekanisme partia di tingkat DPD II dan DPD I Partai Golkar Papua.
Yang mana mereka mendesak agar DPP Partai Golkar menindaklanjuti surat DPP Nomor B-464/GOLKAR/VII/2016 tentang penegasan persetujuan pimpinan DPRD Kabupaten Yahukimo atas nama Nebon Pahabol, karena telah diusulkan melalui proses mekanisme DPD II dan DPD I Partai Golkar Provinsi Papua.
Kader dan Simpatisan Partai Golkar Bersatu untuk Nebon Pahabol mendesak DPP Partai Golkar segera memberi sanksi tegas terhadap Plt Sekretaris Partai Golkar Papua, Martinus Werimon, Freddy Latumahina dan Victor Mae, karena yang bersangkutan diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan memicu konflik horisontal diantarakader Partai Golkar di Yahukimo dan Papua pada umumnya.
“Jika permintaan kami tidak diindahkan oleh DPP, maka kami akan melakukan pemalangan Kantor DPD I Partai Golkar Papua sampai ada sebuah sikap dan keputusan yang pasti kepada saudara Nebon Pahabol,” tandas Nebon Pahabol.
Sementara itu, pimpinan sementara DPRD Yahukimo, Nebon Pahabol mengakui tidak menginginkan terjadinya konflik horisontal akibat dualisme SK yang dikeluarkan oleh DPP Partai Golkar itu.
“Partai Golkar harus memberikan pembelajaran politik yang baik kepada kader dari Sabang sampai Merauke.  Jangan partai ini dijadikan sebagai sarana untuk memperkaya diri, jangan partai ini dijadikan sebagai lahan bisnis untuk memperkaya oknum-oknum tertentu,” ketus dia.
Untuk itu, ia mendesak DPP segera mencabut  surat yang terbaru keluar pada bulan  Agustus 2016, atas nama Mari Mirin tersebut dan menindaklanjuti surat atas namanya tersebut.
“Jika tuntutan ini tidak diindahkan, maka kami akan datang dengan kekuatan yang lebih banyak lagi untuk menduduki kantor ini dan bila perlu kami akan memalang kantor ini. Jika tidak, bisa-bisa akan terjadi konflik horisontal antara satu dengan yang lain,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Andai May yang menerima aspirasi ini, menyatakan, pada prinsipnya semua yang disampaikan ini adalah hal yang sangat benar.
“Sebagai partai besar, partai yang  santun di negeri ini kami terima aspirasi ini dan akan ditindaklanjuti dalam waktu yang tidak terlalu lama, “ ujarnya.
Apalagi, lanjut Andi May, Plt Ketua DPD Partai Golkar Papua, Robert Cardinal dan Plt Sekretaris DPD Partai Golkar Papua, Martinus Werimon mengikuti kegiatan di Jakarta, kemarin malam dan sudah selesai. “Mungkin dalam waktu dekat  mereka sudah ada disini. Jadi pada prisnispnya semua aspirasi yang disampaikan ini, tetap saya terima dan saya akan perjuangkan. Saya taruhannya sebagai orang yang jaga kantor, akan saya sampaikan aspirasi ini,” tandasnya.
“Namun  tidak ada kata yang lebih, karena saya tidak ada kebijakan untuk memutuskan sebab semua keputusan ada di pleno sesuai dengan mekanisme  organisasi , “ sambungnya. (Yuni)

Dibaca 683 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.