DPRP Minta Kapolda Usut Pelaku Penembakan di Sugapa | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

DPRP Minta Kapolda Usut Pelaku Penembakan di Sugapa

Headline Penulis  Selasa, 30 Agustus 2016 10:20 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Elvis Tabuni, SE

 

Elvis :  “Bupati Harus  Tutup Penjualan Miras”

Jayapura,- Terkait kasus penembakan hingga mengakibatkan anak kepala suku tewas hingga berujung pembakaran Kantor Polsek Sugapa dan perusakan bandara di Kabupaten Intan Jaya, 27 Agustus 2016, harus diusut secara tuntas pelakunya.

Untuk itu,  Ketua Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni, SE  yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, secara tegas meminta kepada Polda Papua untuk mengusut pelaku penembakan terhadap anak kepala suku itu dan harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Aksi anarkis itu dipicu kematian Otianus Sondegau (16), anak kepala suku Ethius Sondegau. Elvis Tabuni sangat menyayangkan sikap aparat kepolisian yang langsung melakukan penembakan terhadap warga tersebut.
Mestinya, kata Elvis Tabuni, polisi melakukan tindakan secara persuasif kepada warga yang tengah dipengaruhi miras tersebut, bukan justru dihadapi sikap arogan dan tidak menggunakan peluru tajam.
“Jadi, pelaku penembakan itu, harus diproses hukum secara tegas. Aparat yang menembak itu harus dicari dan dihukum seberat-beratnya,” kata Elvis Tabuni kepada Wartawan di ruang kerjanya,  Senin (29/8).
Apalagi kata Elvis,  Pemprov Papua telah melarang peredaran minuman keras di Papua, namun masih ada peredaran minuman keras di Sugapa, hingga menjadi pemicu terjadinya masalah itu.
Ia mempertanyakan asal-usul miras yang ada di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya tersebut. “Ini harus diselidiki asal usulnya, karena miras sudah dilarang. Siapa yang dibawa ke sana, karena yang menyebabkan kejadian itu adalah yang membawa miras itu,” tandasnya.
Untuk itu, ia meminta kepada Bupati Intan Jaya untuk segera menutup peredaran miras di daerah itu, dalam upaya menyelamatkan orang Papua.
“Pemerintah harus segera menutup miras di sana. Apakah itu didatangkan dari Nabire atau darimana? Khan sudah dilarang. Itu harus
dicek persoalan,” katanya.
Disamping itu ia menilai ada indikasi oknum tertentu ingin mengacaukan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya dengan mendatangkan miras ke daerah tersebut.
“Saya curiga, ada indikasi yang sengaja mengacaukan situasi di sana dengan membawa minuman itu. Jadi, bupati harus tegas dan menutup penjualan miras di sana,” tandas Elvis. (Yuni)

Dibaca 458 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.