IKMI Papua Beberkan Kronologis Penembakan Di Sugapa | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

IKMI Papua Beberkan Kronologis Penembakan Di Sugapa

Headline Penulis  Selasa, 30 Agustus 2016 10:16 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, Ikatan Komunitas Mahasiswa Independen (IKMI) Papua beberkan kronologis penembakan terhadap Otianus Sondegau oleh Brimob di Sugapa kabupaten Intan Jaya.

Melianus D selaku wakil Ketua Ikatan Komunitas Mahasiswa Independen Papua sebelum membeberkan kronologis tampak sangat menyesalkan terjadinya penembakan ini sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. Dalam jumpa persnya kemarin siang di asrama Intan Jaya tampak hadir Rupinus Japagau (Anggota Ikatan Komunitas Mahasiswa Independen Papua), Paskalis Emani (Anggota Ikatan Komunitas Mahasiswa Independen Papua), Oten Tipagau (Anggota Ikatan Komunitas Mahasiswa Independen Papua).
Dikatakannya, Sabtu pekan kemarin kira-kira pukul 11.30 siang, di pertengahan jalan pulang si korban bersama ke 5 (lima) temannya dihadang anggota Brimob Kompi C Biak yang bertugas di Intan Jaya. Terjadi adu mulut antara korban yang dalam keadaan mabuk setelah menkonsumsi minuman alkohol berjenis Vodka. 5 (lima) orang oknum anggota Brimob tidak terima kata-kata makian langsung ambil tindakan dengan saling lempar batu.
Kemudian kelima anggota mengeluarkan senjata untuk menembak sehingga 4 (empat) temannya takut dan melarikan diri masing-masing 2 (dua) orang ke arah jalan Desa Jalae, 2 (dua) orang lainnya melarikan diri kearah lain yang belum di ketahui tempatnya.
Sementara itu korban Otianus Sondegau melarikan diri ke arah belakang Bank Papua dengan tujuan mengambil panah di Yogasiga rumahnya, namun aparat Brimob mengejarnya dan menembak korban dari jalan hingga sampai di depan rumah si korban.
Otianus Sondegau mengalami 4 (empat) luka tembakan yang bersarang di tubuhnya, dada sebelah kanan dan punggung belakang hingga meninggal dunia dan menghembuskan nafas terakhirnya persis di depan rumah.
Setelah melihat korban ditembak mati, keluarga Korban dan masyarakat di sekitarnya tidak terima lalu datang dan membakar Kantor Polsek Intan Jaya.
Lanjutnya, keluarga korban membawa jenazah Otianus Sondegau ke rumah Bupati dan disemayamkan di kediaman Bupati untuk meminta pertanggung jawaban Bupati serta Aparat Brimob yang ada di Intan Jaya. Sementara Bupati Natalis Tabuni sendiri tidak ada di Intan Jaya.
Dalam surat pernyataannya masyarakat Intan Jaya  mendesak dan meminta Gubernur, DPRP Provinsi, Kapolda Papua, Kaporles Paniai dan Bupati Intan Jaya agar turun secepatnya di Intan Jaya, agar konfliknya tidak berkepanjangan, dan masyarakat meminta agar 5 anggota Brimob diproses secara hukum.
"Terkait dengan penembakan di Intan Jaya, kami harus katakan dan sepakat bahwa ini sudah kesekian kali oknum Brimob bikin ulah," ujarnya.
Melianus juga membeberkan beberapa kejadian ulah Brimob,  Kamis 25-08-2016 pukul 10. 00 WIT, Brimob Detasemen C telah menembak Nope Sani dan Nolo Sondegau. Penembakan terjadi karena Nope dan Nolo punya kayu bakar tidak di terima oleh pengaspal Jln. Raya Trans Papua yang dikerjakan oleh PT. Tigi Jaya Permai, maka PT. Tigi Jaya Permai telpon Brimob dan Brimob tembak 2 pemuda itu sebanyak 3 (tiga) kali, namun peluru tidak kena.
Pada bulan September 2014 penembakan oleh anggota terhadap salah satu Mahasiswa yang sedang libur di Intan Jaya, Seprianus Japogau yang terkena peluru di bagian perutnya, itu terjadi di lapangan Kantor Distrik Intan Jaya dan sampai sekarang kasus tidak pernah di selesaikan oleh penegak hukum.
Lanjutnya, pada 16 Agustus 2015, penembakan dan penyiksaan oleh oknum Brimob Kompi C Biak yang bertugas di Intan Jaya terhadap mahasiswa yang sedang melakukan aksi damai di Intan Jaya dan kasusnya jugapun di biarkan begitu saja.
Kemudian oknum Brimob mabuk dan memukul Jhon Sondegau, Wilem Duwitau dan satu teman lainnya, di kesempatan lain omnum Brimob memukul Maxsimus Hagisimijau hingga memar di bagian muka dan bibirnya akibat di pukul pantat senjata.
Dengan kejadian-kejadian di atas, ini sikap pernyataan dan solusi kami Mahasiswa Kabupaten Intan Jaya pertama Kapolda Papua Bapak Paulus Waterpau, segera menarik semua anggota Brimob yang ada di Intan Jaya, karena sangat meresahkan dan merusak masyarakat tanpa terkecuali. Kedua segera lakukan pemecatan tanpa terhormat terhadap 5 (lima) Oknum Anggota Brimob Kompi C Biak yang bertugas di Kabupaten Intan Jaya di depan Umum dan segera lakukan proses Hukum Positif di Pengadilan Sipil bukan Pengadilan Militer. Tiga, perlakuan biadab yang dilakukan Oknum Brimob di Sugapa dan tidak manusiawi. Harus bertanggungjawab. Kapolda Papua harus tegas siapapun Oknum Brimob sebagai pelaku. Harus memberikan sanksi sesuai perbuatannya.
Keempat, Bupati Kabupaten Intan Jaya Natalis Tabuni, S.Sos, M.Si dan DPR Intan Jaya ,segera mendorong aparat Pemda agar lebih melayani rakyat, anak-anak muda yang menganggur ini perlu diberi lapangan kerja, Intan Jaya itu masyarakatnya baik, hanya bagaimana kita melayani mereka dan mendengar mereka, pelaku ini harus dihukum bila perlu dipecat terbuka.
Kelima, Bupati Intan Jaya segera bertanggung jawab atas mendatangkannya aparat Brimob Kompi C Biak yang bertugas di Intan Jaya, dan Bupati Intan Jaya segera turun ke Intan Jaya. Dan keenam Gubernur Papua segera mengundang Para Bupati se-Provinsi Papua untuk melakukan evaluasi terkait kondisi ini. (Fani)

Dibaca 373 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.