Gubernur Tinjau Jalan Kanggime-Mamberamo Raya | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

Gubernur Tinjau Jalan Kanggime-Mamberamo Raya

Headline Penulis  Selasa, 30 Agustus 2016 10:15 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur dan Anggota DPR Papua saat meninjau jalan, Sabtu kemarin di Distrik Kembu, Kabupaten Tolikara.

 

JAYAPURA,- Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, didampingi anggota DPR Papua meninjau pembangunan jalan Kanggime-Mamit-Mamberamo Raya yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) Provinsi Papua tahun 2016.

Gubernur Lukas Enembe disaat melakukan peninjauannya mengatakan, jalan Kanggime-Mamit sangat dirindukan masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah pegunungan Papua di wilayah Kembu, Kabupaten Tolikara.
“Jadi jalan ini sangat dirindukan oleh masyarakat, aspirasi yang disampaikan kepada saya sejak tahun 2013 lalu. Ini merupakan jalan yang bisa menghubungkan Wamena-Lanny Jaya- Tolikara-Puncak Jaya dan Mamberamo Raya, setelah diresmikan tadi, saya ingin melihat persis kondisinya bagaimana,” ujarnya.
Menurut Gubernur, ruas jalan ini sudah diusulkan ke Kementerian Pekeraan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menjadi jalan Nasional, sehingga tahun depan bisa dikerjakan oleh Balai Jalan Nasional Wilayah X Papua dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).
“Ini jalan strategis jadi harus biayai APBN, kita sudah kerjakan kurang lebih 42 km dari Kanggime-Mamit,” ujar Gubernur Lukas Enembe.
Untuk menembus Kabupaten Mamberamo Raya, kata Gubernur masih ada sekitar 400 km dengan melewati delapan distrik lagi. Sementara itu, Balai Jalan Nasional sendiri sudah membangun jalan dari dari Sarmi menuju Kabupaten Mamberamo Raya.
Selain itu, katanya, pembangunan jalan di Pegunungan Papua tidak ada hambatan apapun. Dimana, masyarakat tidak menuntut ganti rugi tanah maupun tanaman. Bahkan, masyarakat membantu mereka yang bekerja dengan memberikan makanan.
“Saya melihat masyarakat di pegunungan Papua harus diberikan apresiasi, karena mereka ingin pembangunan, sehingga kebun mereka walaupun di gusur tidak perlu diganti rugi,” ucapnya.
Dengan dibukanya jalan ini, ada dampat dan bencana besar yang akan terjadi di tengah-tengah bagi masyarakat. Dimana, saat ini msyarakat boleh menikmati pembangunan jalan ini, tapi kedepan pasti bisa membawa banyak orang masuk, seperti yang terjadi di beberapa daerah di Papua. Ini dampak-dampak yang akan terjadi dengan terbukanya pembangunan di wilayah pegunungan Papua,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengaku bahwa pihak gereja dan masyarakat sudah mengusulkan kepadanya untuk melarang orang masuk dan membuka usaha di wilayah Distrik Kembu. Namun, pihaknya menyarankan kepada pihak gereja dan masyarakat untuk aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Tolikara. Sehingga bisa dibuat dalam peraturan daerah. (Bams)

Dibaca 552 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.