Gubernur Resmikan 4 Gereja GIDI Puncak Jaya | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Gubernur Resmikan 4 Gereja GIDI Puncak Jaya

Headline Penulis  Sabtu, 27 Agustus 2016 07:29 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jibinggame,- Gubernur Papua, Lukas Enembe, meresmikan empat Gereja Injili di Indonesia  (GIDI) di Wilayah Yamo, Klasis Yalu, distrik Weangi, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (26/8).

Empat gereja yang diresmikan adalah Gereja GIDI Jemaat Anugrah Jibinggame, Gereja GIDI Jemaat Jiogobak, Gereja GIDI Jemaat Pigau Koyogwebur dan Gereja GIDI Jemaat Yanenga.

Hadir dalam peresmian tersebut, Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo, ketua DPRD Puncak Jaya, Nesco Wonda, Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, Kapolda Papua, Paulus Waterpauw, Pendeta Lipius Biniluk,  Kabintal Kodam XVII Cenderawasih, Presiden GIDI Dorman Wandikmo dan beberapa anggota DPR Papua.

Peresmian diawali dengan ibadah syukuran dengan pelayan firman pendeta Socratez Sofyan Yoman.

Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutannya mengatakan pembangunan gedung gereja ini untuk mempersatukan umat Tuhan di Kabupaten Puncak Jaya.

Oleh karena itu, saya minta kepada masyarakat harus pastikan kemanan untuk proses pembangunan di
Kabupaten Puncak Jaya.

"Pemerintah berkomitmen untuk membangun daerah ini, tapi masyarakat juga harus membantu. Bagaimana memastikan rasa aman dan damai," ujar Gubernur Lukas Enembe, dihadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Dikatakan, Pemerintah itu hanya alat, tapi bagaimana kita bekerja dalam situasi aman, maka semua proses pembangunan bisa berjalan dengan sukses.

Jadi, masyarakat harus tunduk kepada Tuhan dan membantu pemerintah, maka Tuhan akan berkati daerah ini. Karena orang lain tidak bisa membangun daerah kita kecuali kita orang Papua sendiri," ucapnya.

Pada kesempatan itu, gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih yang sudah membantu pemerintah mengamankan wilayah Puncak Jaya, sehingga proses pembangunan bisa berjalan dengan baik.

Sebab, katanya, Puncak Jaya sekarang lebih aman, sewaktu menjadi Bupati setiap minggu pasti terjadi penembakan dan ada korban jiwa.

"Ketika saya menjadi Bupati Puncak Jaya pasti terjadi penembakan terus, sekarang sudah aman dan pembangunan sudah nyata dan bisa disarakan oleh masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia pembangunan empat gereja GIDI, Yunus Wonda mengatakan, proses pembangunan gereja ini sejak tahun 2013 lalu.

Dimana, sebelumnya direncanakan delapan gereja, tetapi dalam proses hanya empat jemaat saja yang siap. "Awal peletakan batu pertama itu delapan gereja, tapi dalam proses pembanguan hanya empat yang jadi," katanya.

Yunus mengaku, pembangunan gereja ini atas permintaan masyarakat yang bersebrangan dengan pemerintah. Dengan demikian, saya harapkan kepada saudara-saudara yang masih beda ideologi dengan pemerintah untuk bisa turun dan berdoa dalam rumah Tuhan yang sudah di bangun inim

"Kami harapkan dengan diresmikan empat gedung gereja di wilayah Yamo ini, masyarakat bisa manfaatkannya dengan baik untuk memuliakan nama Tuhan," tutupnya.

Dibaca 1054 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.