Gubernur Terima SMS dari Kelompok KKB | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Gubernur Terima SMS dari Kelompok KKB

Headline Penulis  Rabu, 24 Agustus 2016 10:45 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua Lukas Enembe

 

JAYAPURA,- Gubernur Papua Lukas Enembe menerima pesan singkat (SMS) dari kelompok bersenjata yang mengklaim bertanggung jawab atas penembakan hingga menewaskan Simon (36), karyawan PT AS Jaya di Kabupaten Lanny Jaya, Senin (22/8).

Kapada wartawan, Gubernur mengaku isi pesan singkat yang diterimanya, menyebutkan ada perasaan tak senang dari kelompok bersenjata yang kerap melewati di wilayah Tiom (Lanny Jaya) dan Mulia (Puncak Jaya), karena pemberitaan yang menyebut mereka sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).
“Mereka (kelompok bersenjata Tiom – Mulia) sudah SMS saya, kami orang biasa lalu dipublikasikan kami ini OPM. Kami mau tembak 1 orang. Ada SMSnya,” terang kepada wartawan, Selasa kemarin.
Ia mengingatkan kedepan agar jangan ada lagi pemerintah daerah yang memanfaatkan keberadaan mereka (kelompok bersenjata Tiom – Mulia) untuk kepentingan politik tertentu.
 “Jangan ada gerakan tambahan apalag memanfaatkan untuk kepentingan politik. Kalau ada gerakan tambahan nanti akan seperti ini (terjadi penembakan), Yang kita tunggu kan orang (menyerah) bawa senjata. Kalau bikin publikasi besar-besaran itu dampaknya ini,” terang Gubernur.
Meski begitu, Gubernur berharap kelompok bersenjata itu tak selamanya berseberangan dengan NKRI. Ia berharap mereka kembali ke pangkuan NKRI dan membangun bersama dengan Pemda.
 “Ini negara NKRI, negara ini besar sehingga saya minta mereka (kelompok bersenjata) harus bergabung dengan kita. Kalau mau merdeka tidak ada tempatnya disini. Sekali lagi saya sarankan bergabung dengan kita bangun daerah. Sebab tugas saya membangun rakyat Papua sehingga mereka saya ajak bergabung,”tuturnya.
Sementara ditanya terkait proses pembangunan infrastruktur jalan yang terpaksa dihentikan sementara oleh Bupati setempat karena penembakan itu, Lukas menyatakan akan terus berjalan.
 “Hanya saja saat ini untuk infrastruktur di kabupaten itu sudah zero (nol) karena akses sudah terhubungkan,” tutur dia. (Bams)

Dibaca 341 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.