78 Polisi dan PNS Polda Papua “Termakan” Investasi Bodong | Pasific Pos.com

| 20 August, 2019 |

78 Polisi dan PNS Polda Papua “Termakan” Investasi Bodong

Headline Penulis  Rabu, 25 Maret 2015 15:13 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Pihak Direktorat Reskrim Umum Polda Papua mencatat 78 Pegawai Negeri Sipil dan Polri dilingkungan Polda Papua menjadi korban penipuan bermodus investasi bodong oleh oknum Bintara Polri berpangkat Briptu EK.
Jumlah korban fantastis itu sebagaimana pengakuan HR, PNS Bidang Propam Polda Papua yang terlibat dalam investasi bodong. HR sendiri dalam kasus itu berperan sebagai pencari nasabah investasi bodong yang dijalankan Briptu EK, hingga merauk dana Rp 12, 3 Miliar.
“Menurut penuturan HR, dia telah berhasil mendapatkan 78 orang nasabah dari investasi ini. Mereka bervariasi ada PNS dan ada juga anggota Polisi, semua korban ini ada dilingkungan Polda Papua,” ungkap Kapolda Papua, Irjen (Pol) Yotje Mende, Selasa (24/3).
Dalam investasi ini, sambung Kapolda, HR mengaku menerima bonus 4 persen dari anggaran yang diinvestasikan oleh nasabah. Sementara para nasabah yang menjadi korban diimingi-imingi bunga tinggi antara 6 hingga 75, persen dari dana yang diinvestasikan.
“Modus penawarannya antar muka dan mulut ke mulut, jadi tidak pakai brosure. Rata-rata uang yang diinvestikan Rp 50 juta sampai Rp 100 juta,” urainya.
Berdasarkan pengakuan HR, investiasi ini sudah berjalan sejak Juni 2014 hingga awal Maret 2015. Bahkan dana yang diperoleh dari para nasabah tidak benar-benar diinvestasikan, melainak digunakan secara pribadi.
“Uang nasabah berputar, ada yang digunakan untuk membayar bunga dan sisanya digunakan pribadi mereka,” ungkap Kapolda.
Sementara itu, JA salah satu anggota Polri yang menjadi korban invetasi bodong mengaku tergiur bunga besar yang dijanjikan HR. JA mulai bergabung bersama investasi bodong, sejak Januari 2015 lalu, dengan modal awal Rp. 50 juta.
Dari hasil investasinya, diakui JA mengaku pernah menerima satu kali bunga sebesar Rp. 2,8 juta yang diterima pada awal Februari lalu. “ Awalnya saya tidak curiga, tapi begitu mau ngecek bunga kedua saya cek ke orangnya, malah tidak ada dan tahu-tahu kabur,” tutur JA seraya menyesal menginvestasika uangnya. (Syaiful)

Dibaca 496 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.