Ke PON Jabar Raih Prestasi Bukan Untuk Travelling | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Ke PON Jabar Raih Prestasi Bukan Untuk Travelling

Headline Penulis  Selasa, 23 Agustus 2016 07:54 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua Irjen POL Paulus Waterpauw didampingi Gubernur dan Wakil Gubernur Lukas Enembe-Klemen Tinal dan Sekda Hery Dosinaen, dalam pertemuan dengan cabor di Sasana Karya Kantor Gubernur Dok II Jayapura, kemarin.

 

JAYAPURA,- Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw selaku Ketua Kontingen Papua di PON XIX Jawa Barat menegaskan selaku Ketua kontingen dirinya belum mendapatkan SK Pengangkatan sebagai Ketua Kontingen Papua di PON Jawa Barat bulan September mendatang.

Namun diakuinya, saat ini SK kontingen belum selesai dan baru dilengkapi. Dimana dalam Surat Keputusan keanggotannya itu ada yang ditambah dan ada yang dikurangi untuk jumlah personilnya yang nantinya akan terlibat.
Penuturan Paulus Waterpauw ini disampaikannya saat rapat persiapan Papua menuju PON XIX Jawa Barat di Sasana Karya Kantor Gubernur Papua, Senin (22/8) sore.
Diakuinya dilihat dengan waktunya yang sudah sangat mendesak. Padahal menurutnya untuk persiapan kontingen ini bisa dibentuk 5 – 6 bulan lalu, sehingga bisa dirancang sedemikian rupa dengan apik dan terukur. Akan  tetapi karena dirinya sudah diamanahkan sekaligus ada harapan didalamnya.  Maka mau tidak mau dan suka tidak suka harus dilaksanakan.
Untuk itu ditegaskannya dalam tim kerjanya nanti jumlah personilnya tidaklah besar. Jadi, kalau ada yang tidak terangkum didalam SK gubernur tidak bisa. Karena ini tim kecil tapi padu dan memiliki tanggung jawab yang besar untuk bekerja dan bukan untuk sekedar jalan – jalan/travelling,”tegasnya
Dijelaskannya sebagai kontingen dirinya bertanggung jawab penuh dalam rangkaian devile. Yang rencananya jumlah berkisar 150 orang. “Pada prinsipnya kita harus main cepat untuk menyelesaikan kebutuhan utama oleh semua yang hadir di acara pembukaan. Termasuk hantaran tari – tarian juga perlu dipersipakan. Sebab momentum ini kita juga akan menerima mandat tongkat estafet di tahun 2020.  Memberikan sedikit warna tentang kehadiran Papua di PON kali ini,”tukas Kapolda.
Rincian – rinciannya tentang perlengkapan umum dan khusus sudah dicek dan ricek. Termasuk kepada cabor – cabor yang mungkin sudah menerima peralatan umum dan khusus. Seperti cabor silat, Atletik, dayung, PABSI (Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia) . Dimana ada ungkapan – ungkapan tentang kekurangan, tetapi tidak terlalu banyak. Akhir Agustus diharapkan sudah bisa terpenuhi.
 “Prinsip kami kita kerja cepat dua pejabat sudah berangkat ke Bandung dan akan disusul dengan yang lain – lain untuk mengecek fasilitas dan akomodasi.  Sampai di kampus – kampus,”terangnya.
Selain itu juga dari kontingen sudah memperoleh satu lokasi di Cimbeluy dimana ada hotel dan juga apartemen yang dapat  menampung 106 atlit.  “Kami sudah booking, sehingga jangan sampai diambil yang lain,”imbuhnya.
Sementara itu untuk transportasi walaupun sudah disiapkan oleh panitia lokal. Namun perlu ada koordinasi dengan panitia kewilayahan disana untuk transportasi ini. Selain itu juga Kontingen Papua perlu pengawalan dan sudah dimintai bantuan dari Korlantas Mabes Polri yang akan dimintai bantuan.
Sementara itu untuk peralataan diungkapkannya secara totalitas dirinya mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai peralatan atlit yang sudah dipenuhi oleh KONI maupun Satgas Papua Bangkit baik untuk peralatan khusus dan umum.
 “Para atlit tidak boleh punya pikiran dan beban. Sebab yang kita khawatirkan adalah Tim TM atau Tete Momo. Sebab  kalau atlit tidak mendapat fasilitas jangan sampai terjadi hal – hal yang  sebagaimana yang kita tidak inginkan. Untuk itu harus ada Tim kerja yang kuat untuk rela bekerja secara sungguh – sungguh. Tidak boleh ada kepentingan pribadi – pribadi. Konteks PON bukan hanya sekedar rebut medali saja. rekor terbaik untuk meraih prestasi yang bisa membanggakan sebagai pribadi dan demi daerah,”katanya panjang lebar.
Terkait adanya kekhawatiran atlit mabuk akibat miras dan lainnya. Waterpauw menegaskan para anggota Polri dan TNI sebagian besar akan amankan atlit dan official dari Papua. Kalau bisa cabor yang dianggap sebagsai cabor favorit dan utama untuk meraih emas akan dijaga betul.
Kemudian dalam PON Jabar yang disebar pada 8  titik di 15 kabupaten akan melibatkan juga para mahasiswa Papua di Jawa Barat yang dianggap mengetahui lokasi disana. Nantinya para mahasiswa ini akan ditempatkan di sekretariat panitia juga. “Biar mereka juga ikut merasa mempunyai tanah ini dan ini semua juga untuk kepentingan mereka,”ucapnya lagi. (Bams)

Dibaca 1442 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX