Goliat Tabuni Tak Pernah Menyerah | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Goliat Tabuni Tak Pernah Menyerah

Headline Penulis  Senin, 22 Agustus 2016 08:49 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Deerd Tabuni

 

Deerd Tabuni: Bupati Puncak Jaya Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Jayapura,- Tokoh intelektual asal  Puncak Jaya  yang juga merupakan kerabat  dari  Panglima besar TPN/OPM di wilayah Papua, Goliat Tabuni menilai Bupati Puncak Jaya Drs. Henock Ibo melakukan pembohongan publik yang telah menghadirkan 300 mantan TPN/OPM untuk diikut sertakan dalam upacara HUT Kemerdekaan RI ke 71, yang berlangsung di lapangan Roh Kudus, Mulia, kabupaten Puncak Jaya beberapa hari lalu.

“Itu hanya pembohongan publik dan rekayasa yang dilakukan oleh Bupati, sehingga seakan-akan 300 orang itu adalah mantan OPM, tapi orang-orang itu adalah pengungsi dari Sinak pasca penyerangan Polsek Sinak. Lalu berterimakasih kepada pemerintah atas pembangunan yang sudah dilakukan Bupati,” kata Deerd Tabuni kepada sejumlah wartawan di Jayapura, Minggu (21/8) kemarin.
Bahkan, Anggota DPR Papua itu menegaskan, Panglima besar OPM, Goliat Tabuni  tak pernah menyerah.  Jika Goliat Tabuni dibilang menyerah, menyerah itu pembohongan publik, seperti pemberitaan beberapa waktu lalu yang menyebut Goliat telah turun gunung.
"Itu Goliat Tabuni yang mana. Hingga kini dia masih eksis. Dia tetap memperjuangkan ideologi. Dia menyatakan tak menyerah. Dia baru akan menyerah ketika semua rakyat Papua dimanapun menyerah," tandas Deerd Tabuni.
Selain itu ia mengungkapkan bahwa,  pada 6 Agutus lalu dua orang ditangkap yakni Tidiman Enumbi gembala Jemaat Gidi di Jemaat Wulidik di Tinggi Neri dan Terinus Enimbu, salah satu anggota OPM yang disebut menyerahkan diri bersama sembilan orang lainnya lalu. Dimana keduanya diancam jika tak membawa senjata akan ditangkap. Padahal senjata semua ada di markas Goliat. Mereka tak pegang senjata.
"Ada 127 pucuk senjata di markas Goliat. Kasus penangkapan. Akibatnya pihak keluarga nyaris bentrok sehingga Goliat menyerahkan senjata jenis pistol kepada Terinus agar senjata rampasan itu dikembalikan ke anggota," ungkapnya.
Ia melihat ada permainan luar biasa. Deerd berharap bupati Puncak Jaya, Henock Ibo jangan berlebihan. Jangan menjual nyawa manusia di wilayah pegunungan.
"Hal ini perlu kami sikapi. Kami sampaikan kepada pimpinan TNI/Polri, BIN, BAIS, Kopasus, agar melihat jeli mana sebenarnya OPM yang harus turun. Jangan menyamaratakan semua. Ideologi itu sudah ada sejak dulu," ketus dia.
Untuk itu, ia berpesan kepada Henock Ibo, agar dia kembali ke sentani. Jangan jual rakyat untuk kepentingan. Isu lalu, Rambo dan Purom Wenda menyatakan mendorong Henock jadi bupati. Tapi setelah jadi bupati, justru keduanya dikejar.
"Itu kesaksian Rambo dan Purom. Henock Ibo harus keluar dari Puncak Jaya. Harus orang asli yang ada pimpin di sana. Jangan merebut jabatan dengan cara-cara tak benar," tandas Deerd Tabuni.
"Saya sebagai anak dari sana, jangan menjual rakyat untuk kepentingan. Dan sebagai bagian dari kekuarga, saya harus sampaikan hal  ini agar tak ada salah paham," kata Deerd Tabuni. (Yuni)

Dibaca 842 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX