Dua Menteri Datang, Gubernur dan Wagub Tidak Ditempat | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Dua Menteri Datang, Gubernur dan Wagub Tidak Ditempat

Headline Penulis  Jumat, 12 Agustus 2016 17:12 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Menko Maritim Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan bersama Menkopolhukam Wiranto dan Jaksa Agung Wilayah Australia, George Brendis, dijemput oleh Sekda Papua Hery Dosinaen, Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih, Kamis kemarin.

 

JAYAPURA,- Menko Maritim Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan mengungkap kekecewaannya terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe dan wakilnya yang tidak berada di tempat saat dirinya bersama

Menkopolhukam Wiranto bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia HE Paul Grigson dan Jaksa Agung Wilayah Australia, George Brendis, kunjungan selama dua hari ke Jayapura.
 “Kalau saya boleh kritik. Seperti hari ini. Misalnya saya sudah bilang kepada Pak Sekda (TEA Hery Dosinaen-red). Elok sekali sebenarnya. Masak dua – dua pimpinan tidak ditempat. Bagaimana anda mengelola dana begitu besar, anda kaitkan  dengan IPM ini.  Untuk itu  saya mohon supaya kita semua sadar. Tokoh agama, tokoh masyarakat, para bupati melihat hal ini. Karena managemen seperti ini tidak benar. Bagaimana kita memanage kalau pemimpin kita tidak ada ditempat,”sesalnya saat melakukan Pertemuan dengan FORKOMPIMDA, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Akademisi Provinsi Papua, di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Kamis (11/8) kemarin.
Luhut mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kalau dilihat, sebenarnya tidak membaik. “Ini menjadi masalah.  Berarti penyerapan anggaran itu tidak benar. Kalau anda dilihat penyerapan anggaran mulai dari tahun 2007 sampai dengan sekarang, itu sama. Ini terjadi karena satu indikasi bahwa kita tidak melakukan secara efisien pembangunan penggunaan dana di Papua,”tukasnya.
Seraya memberikan contoh, misalnya dana otonomi khusus yang manfaatnya dirasakan belum jelas.  “Sektor pendidikan maupun kesehatan harus kita perbaiki. Saya terus terang sudah berbisik kepada Jaksa Agung George Brendis untuk Australia terlibat membantu dalam pendidikan dan kesehatan.  Bukan uangnya diberikan. Tetapi  uang yang kita punya cukup. Akan tetapi teknologinya, supaya memberantas berbagai macam penyakit yang ada disini,”tuturnya.
Untuk itu, dirinya mengajak semua pihak untuk jangan bertengkar dengan hal – hal yang tidak perlu. Sebab menurutnya sektor  pendidikan dan Kesehatan ini penting sekali.
 “Kalau kita lihat sekarang IPM kabupaten di Papua ini dibawah rata – rata nasional dan provinsi. Ini menjadi masalah kalau kita lihat ini.  Saya nanti berikan data kepada Pak Sekda untuk tolong dilihat. Karena data yang kami punya menunjukkan IPM secara rata-rata per kabupaten dan provinsi itu dibawah rata – rata nasional. Dan ini berbahaya. Karena nanti Papua makin lama, makin terbelakang padahal dananya besar. Ini satu lagi indikasi bahwa kita ini ada managemen yang tidak pas disini,”tukasnya lagi.
Luhut mengaku, dirinya sudah empat kali datang ke Papua dalam masa tugasnya. Papua memiliki 7 wilayah adat yang saat dibagi 5 wilayah di Papua dan 2 wilayah di Papua Barat. Melihat masalah dana sebenarnya menurutnya tidak ada masalah. Karena dana yang dimasukkan di Papua ada dana yang APBD, Dana Otonomi Khusus, Dana Kementerian yang cukup besar sekitar US$ 10 milyar dollar. Tinggal sekarang bagaimana masalah pengelolaannya.
Oleh karena itu, bersama Menkopulhukam Wiranto dirinya hadir karena komitmen keduanya agar dana ini bisa dikelola dengan benar. Kalau tidak maka itu akan membuat Papua terbelakang terus.
“Tadi juga saya bersama Jaksa Agung Australia (Australian Attorney General) HE George Brandis jelaskan. Dengan dana yang dikucurkan US$ 10 milyar dollar dan jumlah penduduk hanya 3,7 juta jiwa. Angka rationya sangat besar sekali. Efisiensi itu menurut saya sangat penting ini yang harus dipahami,”ucapnya.
Menurutnya gereja harus berperan disini. Artinya mengingatkan tokoh – tokoh didalam pemerintahan untuk lebih efisien dan terbuka, transparan dalam mengelola dana itu. (Bams)

Dibaca 360 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.