Enam Aktivis KNPB Yahukimo Ditetapkan Tersangka | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

Enam Aktivis KNPB Yahukimo Ditetapkan Tersangka

Headline Penulis  Selasa, 24 Maret 2015 20:20 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Kepolisian Resort Yahukimo menetapkan enam aktivis Komite Nasional Papua Barat sebagai tersangka penyerangan terhadap petugas kepolisian, saat aparat melakukan pembubaran terhadap aksi penggalangan dana yang berbuntut pengeroyokan dan perampasan senjata api.
Ke-enam tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan terhadap aparat kepolisian dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.  “Mereka dikenai pasal penyerangan, sedangkan untuk perampasan senjata api dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara,” tegas Kapolda Papua Yotje Mende, Senin (23/3).
Kapolda memastikan tidak ada KNPB Yahukimo yang tertembak ketika pembubaran dan penyisiran massa KNPB di wilayah itu. “di sana tidak ada korban jiwa, laporan Kapolres gak ada yang meninggal. Tidak ada warga sipil maupun KNPB yang tertembak, itu hanya  isu,” kata Kapolda.
Menurut Kapolda, isu yang kembangkan oleh KNPB merupakan cara penyesatan yang digemborkan kelompok tersebut, termasuk isu adanya warga yang tertembak. Pihaknya meminta agar semua pihak tidak mengakomodir isu-isu KNPB.
“Itu omong kosong semua. Itu hanya cara mereka mengalihkan issu. Mereka sengaja memancing opini di media. Pro paganda akan menyesatkan masyarakat,” ujar Kapolda.
Sebelum melakukan pembubaran, menurut Kapolda, kapolres dan jajarannya telah melakukan upaya pendekatan. Namun pihak KNPB  tidak terima dan melakaukan perampasan senjata api milik Kasat Intel Polres Yahukimo, Ipda Budi Santoso.
“ Saya sudah intruksikan untuk mencari dan menangkap pelaku perampasan senjata. Nah Senpi sudah berhasil direbut kembali, situasi sudah kondusif, namun warga dan tenaga medis sudah kami amankan,” imbuhnya.
Mengantisipasi perkembangan situasi di Yahukimo, Kapolda menyatakan telah memberangkatkan satu Satuan Setingkat Pleton (SST) Brimbda Papua untuk memperkuat Polres Yahukimo.  “Kekuatan KNPB hanya sekitar 50 orang, namun mereka menggunakan warga sebagai tameng mereka, tapi kami tidak mau terpancing,” katanya.
Mengenai adanya informasi warga Yahukimo yang mengungsi ke Polres maupiun Masjid, Kapolda mengklaim telah memulangkan warga, karena situasi sudah kondusif. “Warga yang mengungsi ke Polres dan Masjid sudah kami pulangkan dan situasi sudah kondusif,” tandasnya. (Syaiful)

Dibaca 913 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.