Bawa Amunisi WNA Asal PNG Ditahan | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Bawa Amunisi WNA Asal PNG Ditahan

Headline Penulis  Rabu, 03 Agustus 2016 15:10 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes (Pol) Patrige Renwarin

 

JAYAPURA - Aparat kepolisian mengamankan seorang warga Papua Niugini (PNG) bernama Manase Inou  karena membawa beberapa butir amunisi di Kantor Pos Lintas Batas Negara, di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, pada Selasa (2/8/2016) siang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, pria berusia 32 tahun diamankan petugas sekitar pukul 10.05 WIT. Ia berasal dari Kampung Imonda, Provinsi Sandaun, PNG.
Kronologis awal penangkapan ini bermula dari temuan aparat Bea Cukai bernama Fredy Samuel Waromi dan Anggota Pos Polisi Skouw Briptu Azhar Tofik dalam layar komputer ketika pemeriksaan X-RAY atas tas milik Manase.
Mereka melihat ada tiga benda yang berbentuk seperti amunisi. Setelah diperiksa, teryata Manase menyembunyikan tiga butir amunisi dalam tasnya. Aparat kepolisian setempat pun langsung membawa pelaku ke Markas Polsek Muara Tami .
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes (Pol) Patrige Renwarin saat ditemui di Jayapura mengatakan, pelaku membawa tiga butir amunisi dengan kaliber 5,56 milimeter. Peluru ini biasanya digunakan untuk senjata jenis SS1.
“Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku mengaku ketiga amunisi itu ditemukannya ketika memancing di sebuah sungai, dekat kampungnya,” kata Patrige.
Ia pun menyatakan, seluruh aparat kepolisian yang bertugas di daerah perbatasan antara Jayapura dan PNG perlu mengantisipasi dengan adanya penangkapan warga asing yang membawa amunisi.
“Seluruh anggota harus waspada adanya kemungkinan penyerangan ke pos-pos pengamanan di perbatasan. Saat ini pelaku telah dibawa ke Markas Polres Kota Jayapura untuk menjalani menjalani pemeriksaan lanjutan,” tambah Patrige. (Ridwan)

Dibaca 372 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX