Tak Puas Dengan Pelayanan, Seorang Ibu Merusak Fasilitas Di Puskesmas Sentani Timur | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Tak Puas Dengan Pelayanan, Seorang Ibu Merusak Fasilitas Di Puskesmas Sentani Timur

Index Pendidikan & Kesehatan Penulis  Kamis, 18 September 2014 17:03 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Sentani  – Seorang oknum ibu rumah tangga yang saat ini belum di kethui identitasnya merusak sejumlah fasilitas di puskesmas sentani timur, akibat kejadian ini sejumlah dokumen di loket antrian terhambur dan berantakan di lantai puskesmas, tidak hanya itu sebuah lemari dan sebuah kaca jendela puskesmas pun tidak uput dari aksi pengrusakan tersebut.
Aksi pengrusakan yang terjadi pada hari sabtu (6/9/2014) sekitar pukul 12 siang ini di picu dengan ketidak puasan layanan petugas puskesmas kepada anak dari pelaku pengrusakan tersebut.
“Ibu tadi itu da mengamuk gara-gara da pu anak tra di layani dengan baik,” ujar salah satu warga yang enggan namanya di korankan.
Sementara itu di tempat terpisah, kepala puskesmas Sentani Timur, dr. Vita Kodoes ketika di konfirmasi terkait pengrusakan tersebut menjelaskan bahwa sebernya aksi ini murni akibat dari kesalah pahaman pelaku terkait dengan jam loket peayanan di Puskesmas.
“Kejadian in iterjadi akibat ketidak puasan masyrakat terhadap layanan kami, namun di lain pihak masyrakat juga tidak mengerti dengan jam kerja yang ada di Puskesmas, dimana memang khusus unutk oket pelayanan kesehatan kami batasi dari jam 8.30 hingga pukul 10.30 tiap harinya, memang kita batasi agar pelayanan kepada pasien bisa maksimal dan pekerjaan lainpun bisa di laksanakan, namun jika ada masurakat yang datang di luar jam itu tetap kami layani,” terang Kepala Puskesmas Sentani seusai melaporkan kejadian tersebut di Polsek Sentani Timur.
Menurut kepala Puskesmas, sebenarnya kejadi ini tidak akan terjadi jika si pelaku bisa sedikit bersabar, dan di bicarakan dengan baik-baik.
“Seberanya pasien tersebut tetap akan di layani, sebab bukan sekali ini saja ibu tadi datang di atas jam 1, ibu itu sudah sering datang di luar jam loket yang ada dan selama ini tetap kita layani namun kejadian kemarin cukup membuat kami kecewa sebab ibu tersebut keburu mengamuk,” jelas Kepala Puskesmas.
Sementara out ketika di singgung tindak lanjut dari kejadian in, dr. Vita Koedoes menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan memproses aksi pengrusakan ini, namun pihaknya hanya memberikan keterangan saja agar ini bisa menjadi perhatian.
“Untuk laporan resmi kita tidak lakukan, hanya berupa pemberitahuan lisan saja. Sebenarnya dari kejadian ini kami Cuma minta satu saja agar kta saling mengerti, menghagai dan menghormati, tidak perlu ada aksi pengrusakan dan intimidasi, toh selama ini kami tetap memberikan palayanan kam imeskipun itu di luar jam kerja, dan dari kejadin ini juga kami minta maaf jika pelayanan kami kurang maksimal, dan berjanji kedepan akan terus meingkatkan pelayanan kami,” jelas Kepala Puskesmas.
Di kesempatan yang sama Paulus Gatot, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar pada Bidang Pelayana Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura mengungkapkan bahwa kejadian ini akan di jadikan bahan evaluasi kedepan sehingga aksi-aksi serupa tidak terjadi lagi.
“Ini akan jadi bahan evaluasi kami dalam memperbaiki layanan, dimana pada rinsipnya layanan puskemas ini sangat luas, tidak hanya pada pelayanan pasien, namun ada fungsi-fungsi lain yang harus di kerjakan, memang kami akui tidak ada aturan resmi terkait dengan pembatasan laynan pasien di loket dan ini merupakan kebijakan pimpinan puskesmas saja agar tugas-lainnya bisa tetap di laksanakan,” jelas Paulus Gatot.
Gatot menambahkan terkait dengan pelayanan puskesmas ini memang perlu ada kesepahaman antara petugas dan masyrakat, agar pelayanan bisa maksimal, oleh karena itu dalam beberapa waktu kedepan pihaknya akan mengumpulkan para pemangku kepentingan di Distrik sentani timur, mulai dari Kepala Distrik, Kepala Puskesmas dan beberapa tokoh masyrakat setempat terkait dengan jam kerja di puskesmas, menurutnya ini  sangat perlu di lakukan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Dibaca 1180 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.