Kehadiran KPK Bukan Untuk Intervensi Pemerintahan | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Kehadiran KPK Bukan Untuk Intervensi Pemerintahan

Headline Penulis  Kamis, 28 Juli 2016 16:25 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Para bupati dan wali kota serta ketua DPRD se Papua mengikut TOT Tunas Integritas KPK, di Hotel Aston Jayapura, Rabu (27/7).

 

Bupati – Wali Kota dan DPRD Se Papua Ikuti TOT Tunas Integritas KPK

Jayapura  : Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen mengatakan, kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Papua bukan melakukan intervensi pemerintahan.

“Jadi, bukan berarti kita diintervensi  dalam penyelenggaraan pemerintahan dan lain sebagainya,” kata Sekda Hery Dosinaen di sela-sela pembukaan  Integritas Nasional Workshop Komite, Sistem dan Tunas Integritas KPK Kepala Daerah dan Pimpinan Dewan se Papua di Hotel Aston Jayapua, Rabu (27/7) kemarin.
Sekda  mengaku yakin dan percaya, semua ada satu perubahan paradigma  bahwa sebagai penyelenggara Negara yang mempunyai  tugas yang begitu  berat dan tantangan luar biasa terutama para bupati  dan DPRD di daerah-daerah terpencil.
Namun, tetap berkomitmen bahwa merah putih tetap dipancangkan dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Itulah beban tugas yang begitu luar biasa yang dihadapi oleh bapak bupati, para pimpinan DPRD di daerah ini. Kami harap ini menjadi satu komitmen untuk menuju satu perubahan,” ujar Sekda.
Untuk itulah, Pemprov Papua bersama dengan KKP menggelar TOT Tunas Integritas yang dilaksanakan oleh KPK untuk para bupati/wali kota dan  pimpinan DPRD se-Provinsi Papua selama dua hari sejak  27-29 Juli 2016.
Untuk itu, ia mengapresiasi kepada para bupati dan ketua DPRD yang punya satu komitmen dan satu niat yang terpatri  dalam hati bahwa apa yang dilakukan lahir dari hati.
 “KPK mencoba untuk mengetuk hati kita tentunya dengan TOT  Tunas Intrgitas kelihatannya simple tetapi mempunyai  satu masukan yang begitu luar biasa dan dapat dilaksanakan di daerahnya masing-masing,” ucapnya.
Apalagi, lanjut  Sekda Hery Dosinaen, kondisi geografis maupun transportasi dan kondisi obyektif masyarakat dengan berbagai kearifan lokal yang tentunya  sangat mempengaruhi penyelenggaraan pemerintahan  dan pelaksanaan pembangunan  serta pembinaan kemasyarakatan.
“Tapi saya yakin dengan kegiatan hari ini benar-benar membawa satu arah dan tentunya ini menjadi referensi untuk kita semua dalam melaksanakan tugas kedepan,”  pungkasnya. (Yuni)

Dibaca 308 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.