DPR Papua Bertolak ke Yogyakarta | Pasific Pos.com

| 15 July, 2019 |

DPR Papua Bertolak ke Yogyakarta

Headline Penulis  Senin, 25 Juli 2016 14:06 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Elvis Tabuni, SE

 

“Guna Mengetahui Kabar Penyerangan Asrama Mahasiswa Papua”

Jayapura  : Setelah menyikapi adanya kabar pengepungan terhadap Asrama mahasiswa Papua, Kamasan I di Yogyakarta pada 13-14 Juli 2016, DPR Papua langsung melakukan komunikasi dengan Gubernur Papua, Lukas
Enembe dan membentuk tim untuk bersama turun ke Asrama Kamasan IYogyakarta.

Menyikapi hal itu, rombongan DPR Papua langsung bertolak ke Yogyakarta, pada Minggu (24/7) kemarin.
Ketua Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni, SE mengakui jika komisi yang dipimpinnya harus ke Yogyakarta untuk memastikan kebenaran kejadian itu.
“Pak Ketua DPR Papua telah merintahkan Komisi I DPR Papua untuk ke sana,” ungkap Elvis Tabuni ketika ditemui Pasific Pos pada akhir pekankemarin.
Elvis Tabuni menuturkan, Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize dan Wakil Ketua III Yanni SH yang akan memimpin rombongan DPR Papua tersebut ke Yogyakarta, bersama dengan 6 orang anggota Komisi I DPR
Papua, Komisi V dan Komisi IV.
“Ya, semua 10 orang. Karena Sabtu seatnya full. Hari minggu kami harus berangkat ke Yogyakarta,” tuturnya.
Yang jelas, lanjut Elvis Tabuni, sesuai petunjuk Ketua DPR Papua bahwa harus melihat secara langsung informasi-informasi yang tidak baik, termasuk isu yang beredar melalui media sosial atau berita.
“Isu atau berita itu, apa benar atau tidak? Kami akan lihat secara dekat. Jika itu benar, pasti kami akan ambil data untuk koordinasi kepada pimpinan lagi, dengan Pemprov DIY, Sri Sultan dan aparat yang ada di sana, “ ujarnya.
Apalagi, kata Elvis, dalam kejadian itu, melibatkan organisasi masyarakat (ormas) dalam melakukan tindakan terhadap mahasiswa Papua di Asrama Kamasan I Yogyakarta tersebut.
“Jadi, mahasiswa itu bukan separatis. Dia khan sebagai warga negara Indonesia di Yogyakarta maupun daerah lain, dia berhak mengambil pengalaman dan ilmu untuk membangun Papua,” imbuhnya.
Elvis Menambahkan, jika memang perlakuan aparat maupun ormas terhadap mahasiswa asal Papua di Asrama Kamasan I Yogyakarta tersebut, itu benar. Maka, kata Elvis Tabuni, tentu menjadi presenden buruk dalam
demokrasi.
“Yang jelas, kami sepakat untuk ke Yogyakarta melihat langsung kejadiannya. Minggu  pagi kami akan berangkat kesana, ” tutup Elvis Tabuni.

Dibaca 513 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.