Aparat Keamanan Diminta Seriusi Perang Suku di Nduga | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Aparat Keamanan Diminta Seriusi Perang Suku di Nduga

Headline Penulis  Jumat, 22 Juli 2016 11:51 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Emus Gwijangge


“Perang Antar Suku di Nduga 1 Orang Tewas”

Jayapura,- Terkait perang suku antar kelompok masyarakat dari suku Mbua Tengah (massa Wusen Tabuni-red) dan Mbua Atas (Wentius Namiangge) yang disebabkan karena perselingkuhan yang dilakukan oleh istri Wusen dengan Aibon yang merupakan warga dari suku Mbua atas, ditanggapi

serius oleh Anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Nduga  dan sekitarnya, Emus Gwijangge dan meminta aparat keamanan dalam hal ini TNI/Polri untuk menseriusi perang suku yang terjadi di Kabupaten Nduga.
Untuk itu, Emus Gwijangge yang juga merupakan Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, meminta kepada aparat keamanan segera bertindak cepat melakukan pengamanan terkait konflik antar warga yang terjadi di Kabupaten Nduga,  pada Rabu (20/7) kemarin, yang dikabarkan masih terus berlanjut hingga saat ini.
“Saya minta Kapolda melalui Kapolres Jayawijaya segera turunkan pengamanan khusus di daerah Nduga yang terlibat perang antar suku,” pinta Emus saat ditemui wartawan di kantor DPR Papua, Kamis (21/7) siang.
Anggota parlemen yang berasal dari daerah pemilihan Nduga itu juga meminta aparat keamanan untuk segera menangkap pelaku dari kedua belah pihak yang terlibat konflik. “Konflik seperti ini tidak  boleh dibiarkan terjadi karena nanti bisa saja kejadian seperti konflik yang menewaskan puluhan orang beberapa waktu lalu terulang kembali. Ini yang harus kita cegah, apalagi sebentar lagi daerah itu akan melaksanakan Pemilukada,” tegas Emus.
“Saya tidak mau tahu pelaku dari kedua belah pihak harus ditangkap, pihak keamanan tidak boleh lakukan pembiaran,” tegasnya lagi. Bahkan, lanjut dia, jika perlu pasukan keamanan baik TNI Polri harus ditambah untuk menjaga daerah yang saat ini sedang giat dalam pembangunan infrastruktur jalan.
Kepada pemerintah setempat, Emus mengimbau untuk segera turun langsung, duduk bersama dengan kedua belah pihak yang bertikai, dibantu aparat keamanan untuk mencari solusi terbaik.
“Persoalan ini akan saya laporkan ke pimpinan dewan, untuk bagaimana kami yang merupakan putra daerah disana, dapat segera turun menemui kedua belah pihak yangh bertikai untuk kemudian dicarikan solusinya,” ucapnya.
Saling serang terjadi Rabu (20/7) di pertigaan jalan PLTD, Distrik Kenyam, kabupaten Nduga. Mereka saling serang dengan menggunakan busur panah. Akibatnya seorang warga atas nama Epenus meninggal dengan luka panah dari bahu tembus tulang rusuk dan seorang lainnya, Deky Doronggi yang merupakan kepala kampung Yetma terluka parah. Sampai berita ini diturunkan, perang masih terus berlanjut. Belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian maupun TNI terkait peristiwa ini. (Yuni)

Dibaca 565 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.