BTM Layak Untuk Periode ke 2 | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

BTM Layak Untuk Periode ke 2

Headline Penulis  Kamis, 21 Juli 2016 12:37 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ketua Tim Peduli Pembangunan Kota Jayapura, yang juga adalah Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Jayapura, Pdt. Wilem Itaar, S.Th, bersama anggotanya saat berpose dengan Walikota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomy Mano, MM, dan Wakil Walikota Jayapura, H. Dr. Nuralam, SE, M.Si

 

“Dari Ekpose 5 tahun kepemimpinan BTM-ALAM

JAYAPURA,- Walikota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomy Mano, MM dan Wakil Walikota Jayapura, Dr. H. Nuralam, SE, M.Si, mengekspos kepemimpinannya selama lima tahun.ekspose tersebut berlangsung penuh suka cita di Gor Waringin Kota Raja, Rabu kemarin.

Dalam ekspose tersebut memaparkan tentang keberhasilannya dalam bidang pembangunan selama lima tahun ini, baik dibidang pendidikan yang menorehkan prestasi tingkat kelulusan ujian nasional dari SD-SMA/K telah mencapai 100 persen dan juga sumber daya manusia (SDM) pun semakin meningkat.
Pada bidang infrastruktur berbagai jalan, jembatan, perumahan rakyat, air bersih, penataan lingkungan kota Jayapura yang semakin baik yang menyebabkan selama 5 tahun ini meraih predikat kota terbersih dan terindah dengan ditandai diberikannya piala Adipura.
Disamping itu, pada bidang pengelolaan keuangan daerah yang mengantarkan Kota Jayapura meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) murni dari BPK RI selama masa kepemimpinannya, juga keberhasilan pada bidang pemberdayaan ekonomi rakyat, pertanian dan perikanan, serta keamanan dan ketertiban, termasuk penataan kawasan perbatasan RI-PNG.
Dari berbagai masukan, baik saran dan kritik, warga yang menghadiri ekspose tersebut menyatakan bahwa sudah banyak kebehasilan yang diraih Walikota BTM dan Wakil Walikota Nuralam saat memimpin kota ini. Dengan keberhasilan itu, warga menyampaikan BTM layak untuk menjadi walikota Jayapura jilid ke-2.
Warga yang menyampaikan masukan tersebut umumnya berasal dari ketua-ketua RW/RT, tokoh adat, dan tokoh pemuda, akademisi dan praktisi hukum, serta para guru dan tenga kesehatan.
Dari pernyataan-pernyataan tersebut, juga ada kritik, sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua RT, 8, Kelurahan VIM, Piter Kakihari, bahwa memang wajah kota sudah indah dan cantik (kecuali orang buta tidak melihat), namun banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum dikerjakan, tetapi diharapkan agar bila terpilih kembali dalam periode kedua hendaknya apa yang menjadi PR tersebut dapat dituntaskan.
Kritik lainnya bahwa kondisi pembangunan sekolah SD Negeri Inpres Adipura yang mana disampaikan oleh salah seorang staf gurunya bahwa, hingga kini belum ada ruang kepala sekolahnya, disamping fisik bangunan yang dinilai tidak memadai. Disamping persoalan lainnya adalah belum tersedianya perumahan guru, sehingga disini bagaimana para guru dengan tenang mengajar peserta didik sementara ruang belajar belum memenuhi harapan serta banyak guru yang kini masih mengontrak rumah dan lain sebagainya.
Harapan pada bidang kesehatan, pada dasarnya bidang kesehatan semakin bai, dengan dilengkapnya fasilitas kesehatan yang terus dibenahi, termasuk penempatan dokter spesialis, peningkatan pelayanan Posyandu dengan hadirnya kelas ibu hamil. Akan tetapi para tenaga kesehatan, khususnya di Puskesmas Skow Perbatasan RI-PNG mengharaokan bangunan dan fasilitas Puskesmas dibenahi, juga adanya dokter spesialisasi yang tetap, serta hendaknya ada rumah bagi tenaga kesehatan agar mereka dengan tenang bekerja.
Praktisi Hukum, Anton Raharusun, menyampaikan, BTM-ALam adalah pemimpin yang inovatif dan kreatif, sehingga begitu banyak kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam lima tahun ini, salah satunya pengelolaan keuangan daerah yang meraih peringkat WTP murni, maka sudah tentu, baginya BTM layak memimpin Kota Jayapura di periode kedua ini.
Walikota Jayapura, DR. Drs. Benhur Tomy Mano, MM, dalam menanggapi pernyataan warga, tersebut, menyampaikan terima kasih dan penghargaan bagi warga yang telah menilai kinerjanya dan wakilnya, yang menurut warga itu berhasil.
Dijelaskannya, dirinya dipilih rakyat untuk melayani rakyat, sehingga dirinya yang dipercayakan memimpin kota ini berusaha buat yang terbaik bagi warga kota dan negeri ini, karena dirinya menjadi walikota bukan untuk mencari harta, tetapi mau mensejahterakan rakyat, dan Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat kota Jayapura, sebab kota ini milik semua orang.
 “Saya bicara sedikit, tapi kerja banyak. Dan saya selalu berusaha turun langsung lihat masalah di masyarakat, karena menjadi pemimpin itu bukan di belakang meja, tetapi harus turun ke masyarakat,” ungkapnya dalam menjawab pertanyaan warga pada Ekpose 5 Tahun Kepemimpinan Walikota Jayapura dan Wakil Walikota Jayapura di GOR Waringin Kotaraja, Rabu, (20/7).
Terlepas dari keberhasilan pembangunan yang sudah direalisasikan, tentunya Walikota BTM dan Wakil Nuralam mengakui sebagai manusia biasa mempunyai kekurangan, sehingga sudah pasti pembangunan yang dilaksanakan ada yang belum sesuai dengan harapan. Kesempurnaan itu hanya milik Tuhan.
Dirinya menyampaikan terima kasih kepada tenaga pendidik di Kota Jayapura yang sudah bekerja keras untuk mencerdasarkan anak-anak Indonesia di Port Numbay, juga kepada para tenaga kesehatan yang sudah berupaya melayani warga kota dengan baik.
Pada bidang kesehatan, dirinya terus berupaya meningkatkan SDM anak didik baik di SD-SMA/K, yang hasilnya kelulusan senantiasa 100 persen, SDM mampu bersaing dengan SDM di luar Papua, tenaga pendidikan di sekolahkan untuk meraih gelar strata satu, juga sertifikasi guru, serta menyekolahkan putra/I Port Numbay ke Universitas Satwa Wacana Salatiga dengan status biaya pendidikan dan beasiswa diberikan.
Hal lainnya, pembangunan sarana dan prasarana penunjang pendidikan seperti ruang bejalar, termasuk menyediakan perumahan bagi tenaga guru. Namun untuk perumahan guru disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada.
 “Untuk muatan Lokal sudah dilaksanakan, dimana anak-anak yang sekolah di 14 kampung seperti di Distrik Jayapura Selatan dan Jayapura Utara sudah bisa berbahasa Kampung Kayu Batu dan Kayu Pulo, juga Kampung Injros dan Kampung Tobati serta Kampung Yoka  dan Kampung Waena,” bebernya.
Pada bidang kesehatan, para tenaga kesehatan di tingkatkan kompetensinya dengan mengikutsertakan pada pelatihan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, pengadaan fasilitas kesehatan yang memadai bagi Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, bahkan baru saja dirinya mendatangkan fasilitas canggih nomor dua bagi tiga Puskesmas di Kota Jayapura, dan peningkatan pelayanan kesehatan bagi bayi dan ibu hamil di Posyandu. Serta bekerjasa dengan rumah sakit mili Pemerintah Provinsi Papua untuk penempatan dokter spesialis pada Puskesmas-Puskesmas.
Khusus untuk SD Inpres Adipura, dirinya meminta kepada Inspektorat Daerah Kota Jayapura dan BPK RI untuk lakukan audit terhadap SD Inpres, untuk mengetahui apa penyebab pembangunan ruang belajar yang belum tuntas dikerjakan. (Erna)

Dibaca 472 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.