DPR Papua Sesalkan Sikap Arogan Pihak Keamanan di Yogyakarta | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

DPR Papua Sesalkan Sikap Arogan Pihak Keamanan di Yogyakarta

Headline Penulis  Selasa, 19 Juli 2016 09:29 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius Mimin

 

Ignasius Mimin : “Orang Papua Juga Punya Hak Hidup”

Jayapura,- Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius W Mimin menyayangkan tindakan persuasive yang dilakukan oleh pihak keamanan di Yogyakarta yang menggunakan cara-cara kekerasan hingga melibatkan Ormas untuk mengepung asrama Kamasan I di Yogya pada 15 Juli2016 lalu, terkait rencana mahasiswa Papua melakukan aksi mendukung ULMWP.

“Orang Papua juga punya hak hidup sama seperti warga negara lain. Padahal Indonesia ini diakui sebagai Negara demokrasi ditingkat tinggi PBB lalu kenapa aparat disana dia harus memakai cara-cara kekerasan dalam pengamanan dan memakai orams-ormas itu, “ kata Ignasius Mimin kepada Wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/7) kemarin.
Politisi Partai Golkar itu pertanyakan, apakah ormas-ormas itu dia punya kekuatan hukum didalam memback uap itu bersama polisi. Apakah polisi itu tidak sanggup lagi mengamankan itu?.
“Justru adik-adik mahasiswa ini harus dilindungi tapi koq terkurung selama tiga hari, Dimanakah asas keadilan, yang tercantum didalam Pancasila itu. Dimana prikemanusian dan prikeadilan itu. Asas keadadilan itu yang perlu diutamakan. Kenapa DPR RI juga tak buka suara. Kenapa DPR RI diam saja. Kami orang Papua dihina. Kami juga punya harga diri. Kami harap kejadian ini jangan lagi terjadi," tandas Mimin.
Menurutnya, Presiden selalu ke Papua untuk siapa. Kenapa anak-anak Papua di luar tak dilindungi. PMI yang mau bawa makanan dan minuman juga dihalangi. Kenapa presiden tak bersuara. Ada apa. Ini jelas melanggar prikemanusian.
"Di Jayapura saja polisi tak pernah melalukan hal itu. Hari ini bicara, tak akan langsung terjadi. Itu butuh waktu. Jangan sampai kondisi ini jadi isu SARA. Yogya itu kraton dipimpin sultan, tahu
sejarah Indonesia. Negara Indonesia dideglarasikan di Yogya. Saya sangat menyesalkan perlakuan itu. Ini seolah ada pembiaran ketika itu," ujarnya.
Perlaku ini  kata Mimin, justru akan membuka mata dunia. Ada sesuatu yang tak beres ketika bicara terkait Papua. Terutama pengamanan kepada mahasiswa Papua di Yogya. Kami menyesalkan itu terjadi.
"Kami akan bicarakan ini ketika anggota DPR Papua kembali dari reses. Kami tak bisa biarkan ini terjadi. Kami akan minta ketua DPR Papua melakukan langkah-langkah termasuk jika perlu bertemu Sultan dan Kapolda Yogya. Harus ada jaminan hidup  adik-adik saya disana. Kejadian di Yogya itu mengarah kepada SARA dan Rasis," pungkasnya. (Yuni)

Dibaca 486 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX