Bubarkan Massa KNPB, Satu Senjata Polisi Dirampas | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Bubarkan Massa KNPB, Satu Senjata Polisi Dirampas

Headline Penulis  Jumat, 20 Maret 2015 15:09 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Bentrokan antara aparat  kepolisian dengan ratusan massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB), tak terelakkan pasca pembubaran kegiatan Penggalangan dana yang dilakukan KNPB  di Kompleks Ruko Blok C Dekai, Kamis (19/3) kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun Pasific Pos, pembubaran kegiatan KNPB  sekitar pukul 10.30 WIT.  Saat itu aparat polres Yahukimo dibantu Brimob Detasemen A  membubarkan masa KNPB  karena tak punya ijin.
Saat bernegosiasi dengan massa, tiba-tiba terjadi keributan karena massa menolak dibubarkan dan masa melakukan pelemparan batu. Dalam keributan ini, senjata revolver milik Kasat Intel Polres Yahukimo, Ipda Budi Santoso, dirampas pengunjukrasa..
Melihat kejadian ini, anggota kepolisian yang membawa senjata lengkap berusaha membubarkan massa dengan melepas tembakan peringatan ke udara.
Mendengar suara tembakan, ratusan massa KNPB balas melempari aparat lalu lari berhamburan. Saat bentrok ini, Polres Yahukimo mengamankan 1 orang aktivis KNPB, Eka Kabak (25).
Saat itu juga massa simpatisan KNPB sekitar 40 orang melakukan pemalangan membakar ban bekas dan melempari rumah warga di Pertigaan Jln. Pemukiman Jalur 1 Dekai, sehingga anggota Brimob dan Polres Yahukimo membubarkan aksi tersebut dengan tembakan peringatan.
Waktu yang hampir bersamaan, di Bandara NOP Goliat Dekai simpatisan massa KNPB menyerang pegawai Perhubungan,  Yohanes Palapesi (33) dengan menggunakan parang sehingga korban melarikan diri ke arah PT. Bintang Timur Mandiri Jln. Bandara Dekai.
Mendengar ada korban di Bandara, pegawai RSUD Dekai,  Noe Efrat Surirat (26) dengan mengendarai ambulance segera menuju bandara, namun dihadang massa KNPB dan masa melempari  Noe Efrat Surirat  dengan menggunakan batu.
Sekitar pukul  13.00 WIT, massa KNPB melakukan pemalangan jalan dengan menebang pohon. Pemalangan dilakukan antara lain di Jalan Jenderal Sudirman depan SMP Negeri Dekai, Komplek perumahan Kediaman Bupati Lama, Jalan Gunung Dekai, Jalan menuju Bandara Dekai, Jalan Pasar Baru, Jalan Sosial, Perempatan Jln. Pemukiman Jalur 1.
Akibat bentrok aparat kepolisian dan masa KNPB ini,  Ipda Budi Santoso (Kasat Intel Polres Yahukimo) mengalami luka memar di bagian kepala, luka sobek di jempol tanggan kiri, luka sobek di jidat hingga 7 Jahitan akibat terkena lemparan batu. Yohanes Palapesi (Pegawai Perhubungan Bandara) mengalami luka di telapak tangan 4 jari hampir putus akibat terkena tebasan parang. Dan Noe Efrat Surirat (Peagawai RSUD Dekai) mengalami luka di bagian telinga akibat terkena lemparan batu.
Sementara itu Eka Kabak (Anggota Satgas KNPB Yahukimo) saat ini diamankan di Polres Yahukimo bersama barang bukti yang digunakan massa KNPB, diantaranya, 1 unit megapone toa, 1 unit jenset, 1 buah spanduk yang bertuliskan "Komite Nasional Papua Barat wilayah Yahukimo, aksi penggalangan dana nasional KNPB Yahukimo"
Salah satu tokoh masyarakat Yahukimo, Nean Sub yang dihubungi Pasific Pos melalui telephon sellulernya mengatakan, hingga malam hari (kemarin-red) masyarakat masih ketakutan. "Kami tra bisa tidur tenang. Kami masih berjaga jaga," ujarnya.
Dijelaskannya pula bahwa saat ini tidak ada masyarakat yang berani keluar rumah. Semua berjaga jaga di rumah masing masing.
Nean menjelaskan, bahwa kegiatan penggalangan dana oleh KNPB sudah berlangsung hampir satu minggu, namun baru pada hari Kamis dibubarkan. "Masyarakat marah kepada Brimob. Mereka tembak dan ada masyarakat yang kena di tangan dan kaki," ujarnya.
Lanjutnya, masyarakat saat ini melakukan pemalangan dengan cara merobahkan pohon pohon . "Kami senso pohon dan bikin di jebatan jembatan jadi semua putus," ujarnya
Secara tegas Nean meminta agar Bupati segera datang ke Yahukimo dan menjelaskan kenapa sampai penggalangan dana tersebut dibubarkan. "Kami juga minta pak Bupati harus kasih pulang Brimob. Jangan ada Brimob di Yahukimo. Selama ini kami masyarakat asli dan pendatang aman-aman saja dengan Polisi sampe ada Brimob," ujarnya tegas.
Diketahui saat kejadian Bupati sedang berada di luar kabupaten Yahukimo.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige membenarkan adanya  perampasan senjata api milik Kasat Intel Polres Yahukimo. “Memang benar, diduga pelakunya massa dari KNPB yang melakukan penggalan dana di Kompleks Ruko Block C, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo,” jelasnya, Kamis (19/3).
Menurutnya, sebelum merampas senjata api, para pelaku terlebih dahulu melakukan pengeroyokan terhadap perwira Polres Yahukimo tersebut.  Akibat pengeroyoka itu, Ipda Budi mengalami luka memar di bagian kepala, luka sobek ditista hingga 7 jahitan, serta luka sobek di jempol tangan sebelah kiri.
 “Kasat Intel Polres Yahukimo ini hendak bernegosiasi dengan massa KNPB yang melakukan penggalangan dana. Namun, mereka malah mengeroyok Kasat Intel dan kemudian mengambil senjata pistol Revolfernya,” terangnya lagi.
Patrige mengklaim kegiatan penggalangan dana oleh massa KNPB tidak mengantongi ijin dari Kepolisian setempat. Polres Yahukimo dan Brimob Detasemen A yang dipimpin Waka Polres, Kompol Suprapto mengeluarkan tembakan peringatan, karena massa KNPB melakukan perlawanan.
 “Kegiatan itu tanpa ijin, makanya dibubarkan. Tapi anggota mendapatkan perlawanan dan terpaksa anggota kita dari Brimob melepaskan tembakan peringatan,” katanya.
Patrige menegaskan saat ini pihak kepolisian telah mengidentifikasi pelaku perampasan yang diduga berjumlah 10 orang. Pelaku perampasan ini juga disinyalir yang mengeroyok Kasat Intel Polres Yahukimo.
Berikut korban anarkis massa KNPB, Ani (35) mengalami luka sobek di bibir bawah serta luka lebam di muka. Yohanes Palapesi, Pegawai Perhubungan mengalami luka akibat tebasan parang di empat  jari tangan kanan. Acep Syaiful Hamdi (28) pegawai penerbangan pesawat Susi Air mengalami luka lebam akibat sabetan punggung parang dibagian punggung.
Noi Efrat Surirat (26) PNS Rumah Sakit mengalami luka serius di telinga bagian kanan, Noi Efrat saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Dekai. (Fani/Syaiful)

Dibaca 699 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.