Adik Kapolresta Dibunuh Enam Orang Mabuk | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

Adik Kapolresta Dibunuh Enam Orang Mabuk

Headline Penulis  Jumat, 20 Maret 2015 15:08 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bukit Angkasapura yang Disinyalir Menjadi Tempat Tongkrongan Para Pelaku Pembunuhan Adik Kapolresta, Marthen Luther Rontini.

Jayapura,- Adik Kandung Kapolres Jayapura Kota, Marthen Luther Rontini (36) meregang nyawa, setelah dikeroyok oleh enam orang mabuk di Pintu masuk Kompleks Ruko Pasifik Permai Dok II Jayapura, Kamis (19/3) dinihari.
Marthen Luther Rontini ditemukan bersimbah darah dengan luka tikam pada perut mengenai lambung dan kepala atas, yang menyebabkan meninggal dunia dilokasi kejadian.
Dalam kejadian itu, teman korban bernama Petu Karubaba (35) warga Kloofkamp belakang BRI tak sadarkan diri, akibat hantaman benda tumpul dikepala.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengeroyokan yang menewaskan adik kandung Kapolres Jayapura Kota.
“Ya, benar, kejadiannya di pintu masuk Kompleks Ruko Pasifik Permai Dok II Jayapura, pukul  03.15 WIT. Pelaku sendiri diduga berjumlah 6 orang,” ungkapnya, Kamis (19/3).
Kasus pembunuhan ini, jelas Patrige, bermula adanya pengeroyokan terhadap Petu Karubaba (35) warga Kloofkamp di belakang BRI di Pintu masuk Kompleks Ruko Dok II Jayapura, Kamis (19/3).
Saat itu, Petu hendak pulang usai mengantar makanan ke keluarganya yang menginap di Hotel Andalusia Dok IX Jayapura.
Sesampainya di TKP, sambungnya, Petu dicegat oleh enam orang pelaku disusul pengeroyokan tanpa alasan yang jelas. “Petu ini sempat menyelamatkan diri ke Hotel Swissbel, namun tetap dikejar dan kemudian dikeroyok, selanjutnya pelaku kembali ke TKP asal,” ungkapnya.
Paska pengeroyokan, terangnya, Petu sempat berkomunikasi dengan korban Marthen Luther Rontini bahwa dirinya usai dikeroyok oleh masyarakat. “Jadi setelah cerita kepada korban, Petu ini kembali ke TKP untuk mengambil sepeda motor milik korban yang dipakainya, namun malah kembali dikeroyok hingga tak sadarkan diri,” terangnya.
Tak lama kemudian, lanjut Patrige, korban Marthen Luther Rontini bermaksud mendatangi pintu masuk Ruko Dok II Jayapura untuk menolong rekannya. Nahas, dia malah dikeroyok oleh para pelaku yang menyebabkan meninggal dunia, akibat luka tikam diperutnya.
“Korban ini hendak menolong temannya, namun malah dikeroyok. Sedangkan Putu Karubaba sudah tidak sadarkan diri dilokasi kejadian, akibat hantaman benda tumpul dibagian kepala” papar  Patrige.
Dari pantauan Pasific pos, Tim Khusus Polres Jayapura Kota bersama Opsnal Polres Jayapura Kota dan Tim Khusus Polda Papua langsung melakukan pencarian terhadap para pelaku pengeroyokan.
Pencarian pertama dilakukan di rumah pelaku dikawasan Angkasapura, namun tidak membuahkan hasil. Tim melanjutkan pencarian disekitar Kantor Lurah Angkasapura, namun tetap tidak membuahkan hasil.
Bahkan tim menuju ke lokasi lereng bukit Angkasapura yang disinyalir menjadi tempat nongkrong para pelaku usai berpesta miras.
Dari pantauan Pasific pos dilokasi, tampak lokasi sudah sepi, demikian pula dengan honai sudah ditinggalkan penghuninya.
Dari informasi yang diperoleh Pasific post dari sumber terpercaya, aparat kepolisian telah mengamankan pemilik pisau sangkur yang ditengarai digunakan untuk menikam korban. Sayang, Polres Jayapura Kota  belum bisa dikonfirmasi terkait diamankannya pemilik sangkur tersebut. (Syaiful)

Dibaca 837 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.