FDS ke-IX Tahun 2016 Resmi Dibuka | Pasific Pos.com

| 21 May, 2019 |

FDS ke-IX Tahun 2016 Resmi Dibuka

Headline Penulis  Selasa, 21 Jun 2016 05:57 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Staf Ahli Menteri Pariwisata RI Bidang Multikultur, Hari Untoro Drajad saat memukul Tifa didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Klemen Tinal, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Bupati Merauke Frederikus Gebze, Ketua MRP Matius Murib, Wakil Ketua II DPR Papua Fernando Tinal, Perwakilan PT Freeport Indonesia, Ketua Panitia Penyelenggara FDS ke-IX Crist K. Tokoro dan Sekretaris Panitia FDS ke-IX Ir. Rudi A. Saragih serta sejumlah tokoh adat.

 

SENTANI,- Festival Danau Sentani (FDS) ke-IX tahun 2016 secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Menteri Pariwisata RI Bidang Multikultur, Hari Untoro Drajad, Senin (20/6) kemarin pagi sekitar pukul 12.00 WIT, dengan

memukul alat musik tradisional Tifa, didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Klemen Tinal, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Bupati Merauke Frederikus Gebze, Ketua MRP Matius Murib, Wakil Ketua II DPR Papua Fernando Tinal, Perwakilan PT Freeport Indonesia, Ketua Panitia Penyelenggara FDS ke-IX Crist K. Tokoro dan Sekretaris Panitia FDS ke-IX Ir. Rudi A. Saragih serta sejumlah tokoh adat.
Acara yang merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura pada tahun 2016 ini mengambil tema, Satu Dalam Keberagaman Untuk Kejayaan. Acara yang dilaksanakan dari tanggal 19-23 Juni 2016 itu diawali dengan pembukaan stand pameran (soft opening) sehari seblumnya oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.
FDS yang merupakan agenda tahunan di Kabupaten Jayapura ini menampilkan beragam atraksi budaya yang menarik dari beberapa kampung yang ada di sekitar Danau Sentani dan juga beberapa distrik serta kelompok etnik nusantara yang ada di Kabupaten Jayapura.
Jadi, hal ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi Kabupaten Jayapura, karena komitmennya dan setiap tahun terus menyelenggarakan iven Festival Danau Sentani (FDS) ini. Tidak semua daerah di Negara Indonesia ini yang mempunyai aktivitas festival yang begitu hebat dan juga mempesona, kata Staf Ahli Menteri Pariwisata RI, Hari Untoro Drajad, dalam sambutannya saat membuka iven FDS ke-IX tahun 2016 ini.
Menurut Hari, festival Danau Sentani atau FDS ini tentunya dikenal bukan saja sebagai salah satu ikon penting ditingkat nasional, tapi juga ikon penting ditingkat internasional. Pelaksanaan FDS yang ke-IX ini merupakan tonggak sejarah tersendiri untuk masyarakat Papua dan juga tentunya bagi bangsa Indonesia.
Aktivitas ini memperlihatkan bahwa Kabupaten Jayapura sangat menghargai nilai-nilai budaya yang dimiliki dengan cara melindungi dan tentunya pelestarian yang berisi tiga prinsip yang penting, yakni perlindungan, ada pengembangannya namun juga ada pemanfaatannya untuk pariwisata, katanya.
Lebih lanjut Hari mengatakan, terkait dengan objek dan daya tarik di Papua sini sangat hebat sekali dan bukan hanya alamnya saja, tapi budaya yang paling utama untuk dijadikan promosi lebih jauh lagi.
Jadi, kita dari pemerintah pusat untuk sementara ini lebih banyak menunjang untuk melakukan promosi baik pra iven, ivennya hingga close iven itu yang diharapkan dan sudah kita lakukan. Nah, untuk kedepan kita mengharapkan sebagai ikon nanti akan menjadi lebih internasional yakni, ada wacana untuk pengembangan maka di Tanah Papua ini kita harap mengundang dari luar negeri misalnya dari suku Mauri karena mempunyai kesamaan bentuk dan tari-tarian, sedangkan dari dalam negeri misalnya dari Tana Toraja atau Nias, harapnya.
Selain itu, Hari menambahkan, kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Jayapura agar supaya bisa melihat perjalanan FDS ini, sembari berharap ikon-ikon unggulan ini semakin besar dan terus dilakukan evaluasi. Sehingga dari tahun ke tahun ada perubahan dan menjadi daya tarik pengunjung, karena ada sesuatu yang baru.
Saya harap festival Danau Sentani ini seperti iven festival di Rio De Janiero, Brazil itu bisa menjadi festival tahunan yang mendunia dan bahkan pesertanya mendunia. Dengan demikian, orang-orang yang dari luar diundang contohnya dari Suku Mauri itu sebagai orang yang ikut mempromosikan Tanah Papua, harapnya.
Senada dengan hal itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, menyatakan bahwa pemerintah Provinsi Papua menilai pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) yang sudah memasuki ke-IX tahun ini perlahan namun pasti trendnya selalu naik, jika dibandingkan dengan festival-festival yang berlangsung baik lokal di Papua maupun di daerah lain.
Kami menilai iven Festival Danau Sentani perlahan, tetapi pasti trendnya selalu naik. Karena ada festival yang muncul, terus besoknya tenggelam, ada juga festival yang muncul-muncul sedikit terus tenggelam, ucapnya.
Jadi, eksistensi daripada suatu iven akan diukur oleh dia bisa eksis dalam jangka waktu yang lama. Dan, kami yakin festival Danau Sentani ini akan tetap eksis, juga memberikan pengaruh dalam dunia pariwisata buat kita semua di Papua, tambah dia.
Lanjut Wagub Klemen menyampaikan, pelaksanaan Festival Danau Sentani ini juga menjadi begitu strategis dan penting karena berlangsung di Kabupaten Jayapura yang merupakan wajahnya Provinsi Papua.
Oleh karena itu, suksesnya pelaksanaan Festival Danau Sentani ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah Kabupaten Jayapura maupun masyarakat yang tinggal di Kabupaten Jayapura saja, namun merupakan tanggung jawab seluruh orang yang tinggal dan hidup di Tanah Papua guna bersama-sama mensukseskan festival Danau Sentani kedepannya, tegasnya.
Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, menambahkan, pelaksanaan FDS ini adalah ajang promosi terhadap budaya dan keindahan alam, juga ajang promosi terhadap benda-benda budaya, kerajinan tangan serta kuliner yang berbasis kearifan lokal.
Ajang FDS yang sudah berlangsung selama sembilan (9) kali ini, kita berharap melalui promosi seni budaya di tempat ini ke depan ada pihak-pihak swasta atau ada pihak-pihak siapapun bisa tertarik untuk mengelola tempat ini, harapnya.
Selain itu, kata Bupati Mathius, bahwa pemerintah hanya menfasilitasi dengan setiap iven FDS yang diselenggarakan untuk mempromosikan dengan harapan ini bisa dikelola secara professional oleh pihak-pihak yang berminat untuk menginvestasikan dan bersama-sama bekerja dengan masyarakat adat di tempat ini.
Baru di tahun 2016 ini, kami dari pemerintah daerah melepaskan lahan yang ada disini dan kami berharap ke depan dengan kepastian tempat ini maka kawasan ini akan dikelola secara terencana dan lebih baik dengan berbagai pihak yang akan bergabung di dalam pengelolaan kawasan tersebut, imbuhnya.
Untuk itu, saya berharap setiap masyarakat kampung sudah siap menjadikan kampungnya sebagai kampung wisata dan dapat selalu membuka diri, guna menerima kunjungan-kunjungan wisata dan dapat bekerjasama dengan pihak-pihak lain yang berminat mengelola tempat ini terkait dengan kepariwisataan, tukasnya. (Jems)

Dibaca 1017 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.