DPR Papua Pesimis Menkopolhukam Dapat Selesaikan Kasus HAM | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

DPR Papua Pesimis Menkopolhukam Dapat Selesaikan Kasus HAM

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ketua DPR Papua Yunus Wonda

 

JAYAPURA,- Ketua DPR Papua Yunus Wonda mengaku pesimis jika Pemerintah Indonesia mampu menyelesaikan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Papua.

Yunus menuturkan, tim yang dipimpin Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan dengan melibatkan beberapa pemerhati HAM Papua, tidak akan menyelesaikan masalah HAM di Papua. Sebab, Menkopolhukam bukan lembaga independen.
Menurutnya, Komnas HAM adalah  lembaga yang dibentuk oleh negara, kenapa tidak dilibatkan dalam penyelesaikan Kasus HAM di Papua. Oleh karena itu, saya tidak yakin Menkopolhukam dan timnya bisa menyelesaikan kasus HAM yang terjadi di Tanah Papua.
Yunus menambahkan bahwa dirinya sepakat bahwa penyelesaian permasalahan HAM harus diselesaikan bersama-sama dengan melibatkan Komnas HAM. Jika itu dilakukan, maka negara-negara di Dunia akan mengakui jika Indonesia mampu menyelesaikan pelanggaran HAM yang terjadi selama ini.
Yunus mencontohkan, jika dirinya membunuh orang dan ia sendiri yang menyelesaikan masalah itu tidak bisa. Oleh karena itu, tim yang dibentuk pemerintah untuk penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang terdiri dari Menko Polhukam, Jaksa Agung dan Komnas HAM dengan beberapa pemerhati HAM, pekerjaan akan sia-sia karena tidak akan diakui oleh negara-negara di dunia. Ujarnya.
Sebelumnya, Menkopolhukam berjanji akan menyelesaikan 11 kasus dugaan pelanggaran HAM di Papua, termasuk kasus Biak Numfor 1998 dan peristiwa Paniai 2014.
Penyelesaian hukum terhadap 11 kasus tersebut melibatkan Mabes Polri, TNI, Badan Intelijen Negara, Polda Papua, Komnas HAM, Kejaksaan Agung, Masyarakat Adat Papua, pegiat HAM dan pemerhati masalah Papua. "Saya optimistis kasus HAM di Papua selesai akhir tahun ini, masyarakat Papua ingin juga kasus ini tuntas. Pemerintah fasilitasi," kata Luhut. (Bams)

Dibaca 562 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX