Gudang Berantakan, Komisi II DPRP Semprot Hypermart | Pasific Pos.com

| 20 July, 2019 |

Gudang Berantakan, Komisi II DPRP Semprot Hypermart

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Komisi II DPR Papua menemukan daging babi yang dinilai tidak layak dijual dalam sidak, Selasa (14/6).


“Temuan Komisi II DPRP Saat Lakukan Sidak”

Jayapura  : Dalam sidak menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, pada Selasa (14/6) Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) yang membidangi Perekonomian telah menemukan gudang milik Hypermart
Jayapura yang dalam keadaan berantakan dan tidak tertata dengan baik.

Melihat hal tersebut, Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd Tabuni langsung menyemprot managemen Hypermart yang ada di Mall Jayapura.
“Ini tidak boleh terjadi dan perlu dibenahi. Kami harap managemen Hypermart menata dengan baik gudangnya agar rapi dan barang tidak tercampur sehingga bisa mengakibatkan kontaminasi,” tegas Deerd Tabuni yang didampingi Wakil Ketua Komisi II, Maday Kombo, Sekretaris Komisi, Drs. John Ibo MM, dan sejumlah anggota Komisi II DPR Papua masing-masing, Mustakim HR, H. Syamsunar Rasyid, Pendis Enumbi dan Nikius Bugiangge.
Politisi Partai Golkart itu meminta  kepada pihak Hypermart untuk menata dengan baik barang yang ada di gudang dan tidak bisa mencampur barang kebutuhan pokok dengan barang yang lainnya.
Apalagi, lanjut Deerd Tabuni, tentu saja akan membahayakan konsumsen yang datang membeli dan mengkonsumsi jika terkontaminasi dengan barang yang lain, yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
“Untuk itu, kami minta dalam waktu satu atau dua hari kedepan sudah harus dibenahi,” tandasnya.
Selain itu, Komisi II DPR Papua menemukan adanya daging dalam freezer masih dibiarkan begitu saja.
Tidak hanya itu, Komisi II DPR Papua juga menemukan susu yang masa kadaluarsanya tinggal 11 hari. Ia meminta agar itu tidak boleh dijual lagi.
Sebab, kata Deerd Tabuni, pihaknya mengkhawatirkan barang itu dibeli oleh konsumen yang tidak memperhatikan kadaluarsa, apalagi belum tentu langsung dikonsumsi. “Itu khan bisa menimbulkan penyakit bagi yang mengkonsumsinya,” ketus dia.
Disamping itu, Deerd Tabuni mendesak kepada pengelola Hypermart untuk segera mengambil tindakan dan dapat  memperhatikan barang kadaluarsa, sehingga konsumen benar-benar terlindungi.
“Kami harap konsumen yang berbelanja memperhatikan massa berlaku dari barang itu. Jangan sayang barangnya dan tergiur dengan harga murah, tapi kita harus sayang kepada seluruh masyarakat orang Papua, bagaimana orang Papua semua baik, sehat. Itulah tujuan kita datang kesini untuk mencegah,” terangnya.
Selain itu,  pihaknya juga meminta agar Hypermart atau pengusaha yang lain untuk tidak malas tahu, karena jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tentu pengusaha sendiri yang rugi.
“Setelah melakukan sidak, kami akan mengecek kembali langkah-langkah yang sudah dilakukan atas temuan Komisi II DPR Papua,” tuturnya.
Sementara itu, Manager Hypermart, Warsito menyatakan kesiapannya untuk memperbaiki dan membenahi gudang penyimpanan barang tersebut. “Ya, ini karena sebelumnya banyak barang yang masuk. Sebenarnya kami
punya SOP-nya. Namun, kami akan segera membenahinya dalam dua hari ini,” kata Warsito.
Terkait dengan  soal barang yang layak jual atau tidak, Warsito menambahkan pihaknya memiliki SOP untuk melakukan penarikan produknya, sebelum masa kadaluarsa. (Yuni)

Dibaca 872 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.