Boas: KNPB Adalah Separatis | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Boas: KNPB Adalah Separatis

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ondofolo Sosiri dan Ondofoli Putali saat memberikan keterangan pers

 

JAYAPURA,- Ondofolo Sosiri yang juga menjabat sebagai kepala peradilan adat suku Sentani, Boas Assa Enotaseuw mengatakan bahwa KNPB adalah merupakan  gerakan separatis. "Saya katakan sebagai gerakan separatis karena mereka membawa bendera dan lambang lambang lain serta menentang pemerintah yang ada," demikian dikatakan Boas kepada wartawan , Jumat pekan kemarin.

Boas mengatakan, saat ini masyarakat menginginkan kedamaian dan pembangunan agar kesejahteraan rakyat Papua bisa tercapai. Dan ini juga tertulis bahwa tanah Papua ini adalah tanah yang diberkati. "Sesuai kitab Suci di Kejadian 12 ayat 2, bahwa Papua akan menjadi bangsa yang besar. Maka marilah kita semua hidup bersama, damai dan membangun maka bangsa-bangsa lain akan melihat kita sebagai bangsa yang besar," ujarnya.
Dijelaskannya pula, dalam berbagai kegiatan demo yang dilakukan oleh KNPB terjadi beberapa tindakan kriminal dan mengganggu ketertiban umum. Hal ini yang disesalkan olehnya. "Kalo mau demo damai jangan bawa barang barang yang bertentangan, jangan bikin kriminal," himbaunya.
Boas juga menegaskan bahwa Papua sudah merdeka dalam negara Republik Indonesia. "Saya tidak tau
kemerdekaan itu, atau ada apa dibalik itu sehingga mereka melakukab hal-hal yang tidak menguntungkan. Berbagai macam persoalan yang mereka buat yang betul-betul merugikan diri sendiri," ujar Boas.
Boas berharap agar masyarakat yang melakukan tindakan-tindakan kekerasan, yang tidak menguntungkan agar segera  dihentikan. "Kami masyarkaat adat, menyesal dengan tindakan-tindakan criminal yang dibuat oleh sudara-saudara kami sendiri. Orang Papua punya hak hidup tapi saya tidak menyangkal kemerdekaan  Indonesia. Oleh sebab itu masyarakat  di tanah Papua jangan coba-coba bermimpi untuk merdeka, karena kemerdekaan itu ada ditangan Tuhan. Saudara-saduara harus tahu di Israel adalah tanah perjanjian Allah , di Papua tanah diberkati. Dan Papua yang memberi makan dunia. Ingat itu. Orang Israel sendiri minta untuk didoakan oleh orang Papua," ujar Boas panjang lebar.
Sementara itu ondofolo Putali, Nelz Octo Monim yang juga merupakan salah satu ondofolo dari masyarakat Tabu meminta maaf kepada negara karena hal-hal yang telah dilakukan oleh kelompok yang selama ini menyuarakan merdeka. "Kita dalam negara demokrasi dimana kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Jangan membeda bedakan," ujar Nels menanggapi pernyataan bahwa masyarakat pendatang saat ini merasa resah tinggal di tanah Papua.
Nels juga menilai bahwa KNPB merupakan gerakan separatis karena  menggunakan simbol bendera yang  bertentangan dengan NKRI. "Kalau aspirasi rakyat kenapa harus pakai simbol yang bertentangan dengan NKRI," ujarnya
Mewakili masyarakat adat, Nels meminta  kepada pembina,  bupati walikota dan gubernur agar melakukan kebijakan  yang seadil adilnya . Jangan ada merek pembiaran demonstrasi. " Ini bukan budaya kita, dan budaya orang Papua, dalam demonstrasi ada hal-hal yang anarkhis. Kami minta TNI/Polri agar  ttegas mengamankan kota Hayapura maupun kabupaten Jayapura," ujarnya. (Minggus)

Dibaca 517 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.