DPR Papua Tolak Pemindahan Pengungsi Timur Tengah | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

DPR Papua Tolak Pemindahan Pengungsi Timur Tengah

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ketua Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni, SE

 

JAYAPURA ,- Rencana pemindahan pengungsi dan pencari suaka dari Timur Tengah, diantaranya Afganistan, Pakistan, Sudan dan Somalia dari Batam, Kepulauan Riau ke Jayapura, ditolak dengan tegas DPR Papua.

Ketua Komisi I DPR Papua,  yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Elvis Tabuni, SE secara tegas menyatakan penolakannya terhadap rencana pemindahan pengungsi asal Timur Tengah tersebut ke Jayapura.
 “Kami sangat tegas menolak itu,” tandas Elvis Tabuni  ketika ditemui Pasific Pos usai mengikuti Rapat Bamus DPR Papua, Kamis (9/6).
Menurutnya, rencana pemindahan pengungsi itu, perlu dikoordinasikan ke Provinsi Papua, DPR Papua dan masyarakat Papua.  Apalagi, Papua memiliki UU Otsus sehingga tidak sembarangan bisa memindahkan pengungsi ke Papua.
 “Itu tidak bisa. Kami dengan tegas menolak pemindahan pengungsi itu,” tandas Elvis Tabuni. Apalagi, kata Elvis Tabuni, tidak ada koordinasi dari Kementerian Hukum dan HAM RI termasuk Imigrasi untuk rencana pemindahan pengungsi Timur Tengah ke Jayapura.
Di samping itu, kata dia (Elvis Tabuni)  permasalahan di Papua saja masih cukup kompleks, sehingga tidak perlu lagi ditambah dengan pengungsi,  karena itu akan menjadi permasalahan baru lagi.

 


Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Orwan Toliwone


Ditempat yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Orwan Toliwone juga menolak dengan tegas rencana pemindahan pengungsi Timur Tengah di Batam, Kepulauan Riau ke Jayapura.
 “Apalagi, Papua banyak masalah, tidak aman. Oleh karena itu, Pemerintah pusat harus memperhitungkan dengan baik rencana pemindahan itu,” tambah Orwan.
Ia pun menegaskan bahwa Papua bukan tempat penampungan pengungsi. Ia meminta agar pengungsi itu dipindahkan ke tempat lain di luar Papua yang masih banyak tempat.
Jadi,  maaf Papua bukan tempat penampungan pengungsi atau tempat pembuangan sampah,” ketus Orwan Toli Wonne. (Tiara)

Dibaca 1735 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.