Jimmy Ijie: Polda Harus Usut Tuntas Kematian Robert Jitmau | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Jimmy Ijie: Polda Harus Usut Tuntas Kematian Robert Jitmau

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jimmy Demianus Ijie

 

JAYAPURA, - Seolah kasus kematian almarhum Robert Jitmau ada keterlibannya sebagai aktifis Papua Merdeka, Jimmy Demianus Ijie yang merupakan kakak sepupu almarhum, minta agar kasus kematian  Robert diungkap secara benderang karena kami sudah menemukan petunjuk.

"Tidak. Ini ada persaingan internal yang bukan di dalam solpapnya. Ada orang lain. Saya minta itu dibongkar sampai tuntas karena kami sudah menemukan petunjuk. Saya nilai ini sebagai sebuah proses pembuhan ini benang merah. Ini kan pengusaha yang punya mitra kerja di Kota Jayapura," kata Jimmy di Grand Abe Hotel Jayapura, Sabtu (4/6/2016) siang.
Pasalnya, menurut Jimmy, melalui Kapolsek Jayapura Kota Jermias Rontini, bahwa kasus kematian almarhum Robert merupakan kasus laka lantas. Tapi pernyataan ini dibantah Jimmy, sebab tercopotnya plat nomor mobil yang mengakibatkan nyawa Robert melayang itu bisa saja di desain.
"Bisa saja pembunuhan. Oleh karena itu, dugaan pembunuhan itu sekaligus juga diungkap. Kalau saya melihat tidak ada keterlibatan oknum aparat negara dengan kematian tersebut. Ini kelompoknya Rojit, dan mereka ada bertebaran di kota ini. Asal ditangkap maka terbongkar sudah," ujarnya.
Diakuinya, kasus yang saat ini sementara di tangani Polsek Jayapura Selatan, agar segera diserahkan ke Polda Papua karena pihak keluarga korban tidak puas. Bila perlu jenazah dilakukan otopsi. Sebab, alasan waktu itu dokter tidak ditempat.
"Rojit seorang tokoh yang punya nama besar bagi masyarakat Papua khususnya bagi mama-mama Papua, agar jangan ada pembenaran bahwa setiap aktifis Papua bila mati selalu dikaitkan dengan aparat," kata Jimmy.
Sementara, berdasarkan penjelasan dari Krisfus Kambuaya, lanjut Jimmy, Krisfus yang cerita kepada ayahnya, sebab Krisfus terus diteror sama saudara Yusuf Sraun, salah satu yang ikut Rojit waktu saat korban meninggal dunia.
Krisfus menceritakan, ada satu mobil yang sudah memantau siapa-siapa saja yang sedang duduk minum minuman keras atau alkohol saat itu, dan saat melihat posisi Rojit, kemudian ditaruh posisi mobil di arah Rojit. Tiba-tiba mobil mundur dan langsung menambarak Rojit.
"Pertanyaan saya kira-kira dengan kecepatan berapa lalu kemudian menabrak dan langsung mati. Saya punya kepentingan untuk mengungkap ini. Kalau memang itu pembunuhan yang dilakukan sesama orang Papua harus dibongkar, jangan ditutupi," ujar Jimmy. (Ramah)

Dibaca 984 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.