DPR Papua Pertanyakan Munculnya Kelompok Ormas | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

DPR Papua Pertanyakan Munculnya Kelompok Ormas

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik Hukum dan HAM, Orwan Tolli Wone

 

Orwan Tolli Wone : TNI/Polri Terkesan Berpihak Pada Satu Kelompok

JAYAPURA,- Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik Hukum dan HAM, Orwan Tolli Wone mempertanyakan munculnya berbagai kelompok Organisasi Masyarakat (Ormas) di Papua, khususnya Kota Jayapura belakang ini.

Kata Orwan, kelompok ini muncul darimana. Kenapa tidak sejak dulu ada. Kenapa baru sekerang banyak Ormas bermunculan ketika menjelang tahun politik lokal di Papua.
"Ini saya duga muncul karena kepentingan politik. Apalagi tahun ini, tahun politik. Ini sangat bernuansa politik. Kalau alasannya ingin menjaga keutuhan atau keamanan NKRI, kenapa tidak sejak dulu Ormas ini ada. “ kata Orwan kepada Pasific Pos di Jayapura, Sabtu (4/6) kemarin.
Ia menandaskan, mengenai keamanan dan kenyamanan, kan sudah ada TNI/Polri sebagai alat negara. Mereka yang akan mengatasi setiap masalah yang ada. Jadi tak perlu ada organisasi-organisasi masyarakat untuk itu.
Mengenai aksi salah satu Ormas yang menyampaikan aspirasinya ke DPR Papua beberapa hari lalu menurutnya, itu wajar saja. Hanya saja ia mempertanyakan apakah Ormas itu sudah terdafar di Kesbang Pol Provinsi Papua. Ia juga mempertanyakan, kenapa ketika KNPB yang akan demo tak diberi ruang.
"Ketika KNPB akan demo dan menyampaikan pendapat ke DPR Papua tak pernah diberi kesempatan karena selama ini selalu dihadang polisi. Padahal UU sudah mengatur dan ini harusnya  jadi acuan. UU Nomor 9 Tahun 1998 mengenai menyampaikan pendapat di muka umum sudah jelas, tapi selama ini dilanggar dan Perkap nomor 7 Tahun 2012 mengenai tata cara pelayanan, pengamanan dan pengamanan perkara penyampaian pendapat di muka umum," paparnya.
Kata Orwan,  tugas polisi adalah bagaimana menjaga, mengamankan penyampaian aspirasi di muka umum. Tugas kepolisian harusnya mengawal demonstran dan mengawal massa sampai tujuan demo. Namun selama ini, ketika KNPB akan demo, mereka selalu dihadang.
"Jangan kita sendiri tak taat pada aturan, apalagi rakyat. Selama ini TNI/ Polri terkesan berpihak pada satu kelompok. KNPB demo selalu dibatasi, kepada Ormas laui yang baru terbentuk diijinkan," cetus Orwan Tolli Wone.
Ia menambahkan, tak perlu Ormas untuk menjaga NKRI. Percayakan pada aparat keamananan. Jangan cari muka dan cari uang. TNI/Polri sudah diberia tugas oleh negara untuk menjaga negara.
"Ini bernuansa politik karena tahun ini tahun politik sehingga mengganggu pemerintahan kini. Ini hanya kelompok tertentu yang ditunggangi kepenrtingan poitik. Ini tidak murni. Saya lihat ini kelompok tertentu yang ingin mengacaukan Papua dan cari muka cari perhatian. Kelompok tersebut hanya  ingin mengganggu pemerintahan yang kini berjalan. Ini ada motif tertentu," tandasnya. (Yuni)

Dibaca 833 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.