Ada Skenario Besar Yang Dimainkan Pihak Asing di Papua | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Ada Skenario Besar Yang Dimainkan Pihak Asing di Papua

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Wakil Ketua III DPR Papua, Yanni SH

 

“Diduga Ada Keterkaitan dengan Freeport”

JAYAPURA,- Terkait maraknya aksi demo yang dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), dinilai ada skenario besar yang tengah dimainkan pihak asing di Papua.

“Kita semua tidak ada yang mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat demo KNPB. Dalam hal ini, saya mau titik beratkan bahwa organisasi-organisasi yang merongrong keutuhan NKRI,  dibaliknya ada skenarionya. Dibalik itu pasti ada sutradaranya,” kata Wakil Ketua III DPR Papua, Yanni SH ketika ditemui sejumlah Wartawan di ruang kerjanya usai menerima demo damai yang dilakukan Barisan Pembela NKRI di Gedung DPR Papua, Kamis (2/6).
Bahkan, kata Yanni, sesungguhnya yang perlu diwasdapai adalah pihak-pihak Asing yang ingin bahwa Indonesia tidak satu, bagaimana Papua jatuh ke tangan di pihak-pihak itu. Apalagi, lanjut Yanni, diketahui bahwa sumber daya alam di Tanah Papua memiliki potensi yang luar biasa, sehingga menjadi incaran asing.
“Jadi, jika ada pihak asing yang mengatakan ingin mau membantu Papua, itu suatu kebohongan. Saya tidak melihat bahwa dibalik skenario itu ada pihak yang mau peduli dan ada yang mau membantu. Saya sangat tidak yakin dan saya meragukan hal itu. Tapi yang jelas kalau mereka tertarik dengan potensi alam Papua benar,” tandasnya.
Untuk itu, Politisi Partai Gerindra itu meminta semua pihak harus mewaspadai pihak asing yang ada dibalik organisasi-organisasi itu, apalagi mereka dapat menciptakan konflik.
“Ini yang harus kita waspadai. Mereka dengan gampang menyulut kita dari sisi agama, suku dan ras. Sangat mudah sekali, sehingga kita sangat waspada, jangan sampai terjadi hal-hal kecil terus memicu kejadian seperti di Poso dan Ambon maupun di beberapa daerah lain,” ungkapnya.
Yanni menandaskan, keutuhan NKRI karena adanya keanekaragaman, namun juga merupakan sebuah kelemahan ketika disulut dari sisi agama.
Untuk itu, menjelang bulan puasa yang penuh damai, ia berharap semua masyarakat baik asli Papua maupun non Papua benar-benar menjaga Tanah Papua menjadi tanah damai, tanah yang diberkati.
Menurutnya, menjaga kedamaian itu sangat penting, apalagi jika kita bersatu, niscaya bahwa orang yang menyusup dan mengatasnamakan organisasi, apapun dia tidak akan mudah, karena terus meningkatkan kewaspadaan.
“Saya yakin bahwa ada pihak asing diantara organisasi-organisasi itu. Sesungguhnya keterlibatan asing lebih berbahaya saat demo-demo dari organisasi siapa yang ada dibalik organisasi itu, itu yang sangat berbahaya bagi kita,” ujarnya.
Menanggapi demo dari Barisan Pembela NKRI yang menuntut agar KNPB dibubarkan, Yanni mengatakan sebenarnya mereka menginginkan kedamaian semata.
Untuk itu, pihaknya akan mengundang anggota DPRP untuk segera menindaklanjuti ke Polda Papua, untuk membicarakan persoalan ini. “Saya melihat demo ini serius, karena  sejak saya anggota DPR Papua belum pernah ada kejadian demo seperti ini,” pungkasnya.
Apalagi, ia menilai demo itu sepertinya ada tandingan, dimana yang satu menuju disintegrasi dan yang satu menjaga keutuhan. Kalau menjaga keutuhan bukan tandingan, tapi kewajiban  untuk menjaga keutuhan bangsa.
“Jadi ini ada sesuatu yang serius, kalau saya pikir ini sesuatu yang perlu mendapat perhatian serius sekali. Saya curiga ada pihak-pihak luar, kecuali di media-media sosial,” tandas Yanni.
Apalagi, kata Yanni, dalam demo melalui media sosial itu, ada keterlibatan Australia, Amerika, Belanda, New Zealand dan beberapa negara yang begitu leluasa menaikan bendara.
“Apakah mereka benar-benar peduli dengan Papua, saya pikir tidak. Semuanya bertujuan dengan potensi alam yang dimiliki Papua dan ini berkaitan dengan Freeport juga,” ketus dia.
Apalagi, tambah Yanni,  jika Papua terus merongrong atau mengkritisi Freeport, maka semakin banyak gangguan dan kekacauan yang terjadi, karena Freeport itu kontrak politik waktu itu.
Dengan adanya sering demo yang dilakukan KNPB dengan tujuan disentrigasi bangsa dimana Papua ingin lepas dari NKRI, tentu akan menimbulkan gejolak, menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan rasa tidak aman.
“Akibat demo itu, aktifitas warga lumpuh dan membuat masyarakat merasa waswas dan merasa tidak nnyaman. Ini semua menjadi tanggungjawab kita semua dan aspirasi yang diberikan tadi akan kami tindaklanjuti karena menjaga keutuhan tanah Papua adalah tanggungjawab kita semua,” tegas Yanni. (Yuni)

Dibaca 804 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.