Demokrat Kutuk Penganiayaan Terhadap Seorang Perempuan di Lapangan Trikora | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Demokrat Kutuk Penganiayaan Terhadap Seorang Perempuan di Lapangan Trikora

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Carolus Bolly

 

JAYAPURA,- Pimpinan dan seluruh Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Papua mengutuk keras terhadap penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok oknum kepada seorang Perempuan bernama, Hendrika Koweni

selaku Koordinador Bidang Pemerintahan Daerah dan Penguatan Otsus DPD Partai Demokrat Papua.
Penganiayaan terhadap korban diduga dilakukan oleh oknum masyarakatyang melakukan aksi demo, pada Kamis (2/6) sekitar pukul 09.00 Wit, tepatnya di ruas jalan lapangan Trikora, abepura-Kota Jayapura.
Akibat pemukulan itu, korban Hendrika Kowenip mengalami luka memar dan luka-luka dibagian punggung serta lebam dibagian wajah, dan kini korban dirawat di RSUD Dok II Jayapura.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Papua, Carolus Bolly SE.MM mengatakan, pihaknya mengutuk keras terhadap sekelompok oknum yang tidak bertanggungjawab, yang telah melakukan pemukulan terhadap Saudari Hendrika Kowenip.
"Korban dipukul tanpa ada salah, sehingga mengalami luka memar dan beberapa luka dibagian punggung dan wajah. Korban sudah dilakukan Visum et Repertum oleh pihak RSUD Dok II Jayapura," kata Carolus dalam pesan singkatnya kepada Pasific Pos, Kamis (2/6) semalam.
Untuk itu, Carolus Bolly dengan tegas meminta kepada Aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam hal ini Polda Papua Polres Jayapura Kota untuk segera mengusut, mengejar dan menangkap para pelaku kejahatan.
"Kami meminta agar pelaku diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan-perbuatan mereka sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tandasnya.
Mengenai kornologis yang didapat, Carolus menjelaskan, korban sedang mengendari sepeda motor lalu tiba-tiba ditarik korban dari atas motor lalu memukul dengan tangan dan kayu, yang kemudian di injak-injak.
Bahkan, pemukulan itu diseratai hujatan perkataan dari aksi demo dengan tuduhan kepada Lukas Enembe dan Yunus Wonda sebagai Pemimpin Daerah Papua.
Carolus Bolly Yang juga sebagai Ketua Komisi III DPR Papua itu menegaskan, bapak  Lukas Enembe adalah Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua dan Bapak Yunus Wonda adalah Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Demokrat Provinsi Papua.
Dijelaskannya, dimana dalam kedudukan  beliau berdua saat ini sebagai Gubernur Provinsi Papua dan Ketua DPR Papua, maka sebagai Pemimpin daerah ini, sudah pasti berada di depan (Ing Madya Mangun Karso), di tengah (Ing Ngarso Sung Tulodo) dan di belakang (Tut Wuri Handayani) daripada seluruh lapisan masyarakat Papua, tanpa membeda-bedakan Suku, Agama, Ras & Antar Golongan maupun kelompok-kelompok tertentu.
"Sebagai Pemimpin-pemimpin  daerah Papua, sudah pasti wajib hukumnya bagi beliau berdua untuk memperhatikan, mengakomodir dan melayani seluruh kepentingan dan dinamika masyarakat yang  hidup di seluruh wilayah Provinsi Papua, dengan  terus berupaya untuk menjaga ketenangan, ketertiban & kedamaian dalam kehidupan masyarakat Papua seluruhnya," ucap Carolus Bolly.
Kata Carolus Bolly, Gubernur tetap meminta agar pelaksanaan demo-demo untuk menyatakan pendapatnya masing-masing, hendaknya wajib memenuhi ketentuan perundangan-undangan yang berlaku dalam bingkai NKRl & tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis.
Menurutnya, perbedaan pandangan-pandangan politik antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, patut dihormati. Namun perbedaan pandangan politik tidak boleh menjadi sarana untuk memecah-belah dan mengadu-domba rakyat Papua antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, yang pada akhirnya dapat menimbulkan perpecahan diantara rakyat Papua itu sendiri.
"Persatuan dan kesatuan serta ketertiban, keamanan dan kedamaian hendaknya tetap kita jaga bersama-sama sebagai penciptaan situasi yang kondusif untuk  terus melanjutkan tugas dan karya kita semua dalam mewujudkan gerakan-gerakan pembangunan menuju Papua Bangkit, Mandiri & Sejahtera," tandasnya. (Yuni)

Dibaca 695 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.