Direktur PT. Putra Papua Perkasa Jadi Tersangka Rp 78,9 Miliar | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Direktur PT. Putra Papua Perkasa Jadi Tersangka Rp 78,9 Miliar

Headline Penulis  Rabu, 18 Maret 2015 19:32 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kajati Papua, Herman da Silva.

Jayapura,- Direktur PT.Putra Papua Perkasa berinisial SSH ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Papua, terkait kasus kurang bayar dana sarana dan prasarana tahun 2008 senilai Rp 78,9 Miliar.
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Herman da Silva mengungkapkan penetapan Direktur PT.Putra Papua Perkasa sebagai tersangka, sebagaimana hasil gelar perkara dalam kasus kurang bayar dana sarana dan prasarana senilai Rp 78,9 Miliar.
Dalam kasus tersebut, ungkap Kajati, SSH berperan aktif sebagai penerima anggaran dari tersangka lainnya melalui Bank BNI Manokwari. Tersangka SSH juga terlibat aktif penagihan. “Dana itu ditransfer melalui PT milik SSH. Bahkan ketika proyek berjalan dia aktif menagih kekurangan bayar yang saat masih menjadi direktur utama,” terangnya, Selasa (17/3).
Sebelumnya, Kajati memaparkan, pihaknya telah menetapkan tiga tersangka lain dalam kasus tersebut. Mereka yakni Kepala BNI Manokwari, Roy Letloy. Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, M.L. Rumadas selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Rico Shia yang merupakan Komisaris PT.Putra Papua Perkara.
 “Jadi supaya nyambung Direktur PT. Putra Papua Perkara dulu, kemudian Komisarisnya, Roy Letloy,” tutur Kajati . Dalam kasus ini,  Kajati menambahkan, keempat tersangka dikenai Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Junto Pasal 55 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Syaiful)

Dibaca 2085 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.