Menag RI Berharap, Kerukunan di Papua Terus Dijaga | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Menag RI Berharap, Kerukunan di Papua Terus Dijaga

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Tampak pertemuan antara Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin dan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta FKUB Provinsi Papua maupun FKUB Kabupaten/Kota se-Papua, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Sabtu (28/5) pekan kemarin.

 

SENTANI - Menteri Agama Menag Republik Indonesia RI, Lukman Hakim Saifuddin berdialog dengan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, tokoh paguyuban, FKUB Provinsi Papua dan FKUB Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (28/5) pekan kemarin.

Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin mengajak seluruh elemen masyarakat di Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura untuk tetap bersama-sama memelihara kerukunan umat beragama yang sudah terjalin dengan baik selama ini dan tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh oleh kelompok-kelompok yang dapat mempengaruhi keretakan kerukunan umat beragama tersebut.
Menag juga mengapresiasi dan menghargai serta berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Bupati Jayapura dan tentunya tokoh-tokoh agama yang telah menginisiasi dan sekaligus juga mencanangkan adanya zona integritas kerukunan umat beragama.Hal ini sesuatu yang layak diberikan apresiasi karena ini akan menjadi teladan bagi seluruh Kabupaten/Kota yang lain dan juga bagi Provinsi-Provinsi lain di Indonesia. Dimana, dengan adanya pencanangan zona integritas kerukunan tersebut, warga dapat termotivasi dan terinspirasi untuk senantiasa berkomitmen menjaga kerukunan selalu.“Kita dipacu untuk bagaimana agar berkreasi dan berinovasi untuk mengatasi kendala-kendala dalam kehidupan kita bersama yang mengancam kerukunan. Dikarenakan, kerukunan adalah syarat mutlak bagi kita umat beragama agar bagaimana nilai-nilai agama itu bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkpanya
Tanpa kerukunan dan kedamaian maka nilai-nilai agama sulit dan nyaris tidak bisa untuk kita implementasikan ditengah-tengah masyarakat, untuk itu, dalam batas-batas tertentu pihaknya terus secara optimal dan juga secara maksimal mengupayakan untuk mengakomodir FKUB dan tokoh-tokoh agama.Diakuinya, memang wilayah geografis Papua sangat luas sekali. sehingga pemerintah pusat tentu tidak bisa sendiri dalam memberdayakan keberadaan FKUB maupun tokoh-tokoh agama ini namun diperlukan bantuan dari pemerintah daerah baik itu provinsi maupun kabupaten/kota.“Itulah kenapa kami di Kementerian Agama sedang menyiapkan RUU tentang perlidungan umat beragama. Dimana, dalam RUU itu nanti kita akan memberikan penguatan terhadap eksistensi FKUB. Sehingga tidak hanya perhatian dari pemerintah, tapi juga diwujudkan dalam hal penganggaran yang memadai supaya keberadaan dari FKUB semakin dirasakan manfaatnya bagi kita semua,pungkasnya. (Jems)

Dibaca 566 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.