Bendera BK Dibakar, Masyarakat Memiliki Rasa Nasionalisme | Pasific Pos.com

| 15 September, 2019 |

Bendera BK Dibakar, Masyarakat Memiliki Rasa Nasionalisme

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen Hinsa Siburian

 

Jayapura,- Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen Hinsa Siburian menilai, masyarakat yang belakangan ini kerab gerah melihat tingkah KNPB dengan cara membakar Bintang Kejora dan lambang-lambang mereka, ini merupakan masyarakat yang memiliki rasa bela negara yang tinggi terhadap bangsa Indonesia.

Pangdam menegaskan, sudah jelas Papua merupakan bagian dari Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga, masyarakat yang melakukan pembakaran terhadap Bendera Bintang Kejora dan lambang-lambang KNPB, merupakan bagian dari kecintaan terhadap negara dan bangsa ini.
“Kalau saya meninjau dari segi agama secara pribadi, Tuhan milik masyarakat di agama mana saja, tidak mau di duakan. Lalu dalam konteks agama, negara ini merupakan restu dari Tuhan, pemerintahan ini juga dari Tuhan,” kata Pangdam kepada sejumlah wartawan di Makodam XVII/Cenderawasih, Jumat (27/5).
Selain itu, Pangdam juga mengingatkan bahwa, pemerintahan ini sesuai dengan amanat UU Dasar dan Pancasila, yang menjadi rujukan konstitusi setiap masyarakat Indonesia, tidak terlepas Papua.
“Seharusnya, mari kita isi pembangunan daerah ini, sehingga masyarakat bisa sejahtera. Apabila ada yang melawan konstitusi negara ini, maka pasti ada masyarakat yang terganggu, sebab kedamaiannya atas negara ini terganggu,” ujar Pangdam.
Jenderal Bintan II itu juga menuturkan, barang siapa yang sibuk dengan dengan konstitusi, maka dia merupakan orang yang hanya akan sia-sia membuang energinya. Sebab, saat ini yang harus dipikirkan oleh masyarakat, bagaimana mampu bersaing dengan daerah lain dan negara lain, demi kemajuan daerahnya.
Bahkan Pangdam memberikan komentar terhadap permintaan masyarakat untuk menghukum kelompok KNPB yang kerab merugikan masyarakat, yang dianggap olehnya merupakan tugas dari aparat kepolisian.
“Negara ini jelas negara hukum, sehingga rekan-rekan dari kepolisian yang punya wewenang untuk memperoses mereka apabila melakukan kejahatan tindak pidana. Lalu tugas pemerintah untuk meningkatkan kesadaran bela negara masyarakat,” terangnya.
Sedangkan tugas dari TNI, kata Pangdam sangat sederhana, yaitu dengan tugas pokok menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. “Ada yang mengancam negara ini, maka kami berada di garda terdepan untuk melawannya,” simpelkan ?, candanya.
Pangdam melihat, masyarakat yang melakukan penolakan terhadap KNPB dan kelompok mana pun yang merugikan negara ini, merupakan masyarakat yang memiliki rasa kebangsaan yang tinggi.
“Mereka itu saya lihat memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan kecintaan terhadap negara ini. Mereka sudah pasti Benderanya Merah Putih. Kalau Bintang Kejora, sudah jelas illegal, jadi wajar kalau ditolak sampai dibakar oleh masyarakat,” pungkasnya. (Yuni)

Dibaca 432 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.