Demo Damai Di DPRP Tolak KNPB | Pasific Pos.com

| 24 July, 2019 |

Demo Damai Di DPRP Tolak KNPB

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Sekitar 150-an masyarakat Papua yang datang dari berbagai kampung dan distrik di Kabupaten dan Kota Jayapura menggelar aksi demo damai guna menyampaikan aspirasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) terkait adanya organisasi masyarakat (Ormas) terlarang.

Dari hasil pantauan di lapangan, kelompok yang menamakan diri Masyarakat Papua itu datang dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat serta truk dan langsung membentangkan  sejumlah spanduk, dan membawa bendera Merah Putih di halaman Kantor DPR Papua.
Spanduk yang dibentangkan diantaranya bertuliskan, 'Stop tipu kami, kami ingin merdeka dari kebodohan,'. Lalu, 'KNPB sudah buat apa untuk Papua? Papua sudah merdeka dalam NKRI'.
Sementara spanduk lainnya, bertuliskan, 'Stop bicara referendum Papua adalah Indonesia'. 'Stop tipu kami, biarkan kami menjaga keutuhan NKRI. Wanted, foto benny Wenda, tra jelas, negara lain trada yang dukung, ULMWP bukan negara, tidak akann menjadi anggota MSG. Kau hanya tipu-tipu foto saja.
"Kami minta DPRP bersikap tegas terhadap kelompok-kelompok organisasi yang tidak jelas, yang nyata-nyata menipu orang Papua," kata Sarlen Ayatanoi, koordinator Masyarakat Papua dalam orasinya di halaman DPR Papua, Kamis (26/5) kemarin siang.
Dia menegaskan, sejumlah Ormas yang menamakan diri KNPB, ULMWP atau Ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 harus dibubarkan, TNI dan Polri harus bersikap tegas.
"Mereka adalah kelompok yang telah merusak tatanan yang ada di Papua. Mereka ini harus dibubarkan," tegasnya.
Setelah melakukan beberapa orasi, akhirnya ratusan pengunjukrasa itu ditemui tiga Anggota DPR Papua, diantaranya, Emus Gwijangge, Wilhelmus
Pigai dan Decky Nawipa.
Namun dalam aksi itu, kelompok Masyarakat Papua dengan seketika membakar dua lembar bendera milik organisasi Papua Merdeka dan satunya lagi bendera KNPB dihadapan wakil rakyat yang telah menemui mereka. Ini dilakukan sebagai bentuk protes.
"Kami menerima aspirasi kalian. Siapa pun yang boleh menyuarakan pendapat, sekalipun itu satu orang, akan kami terima. Aspirasi ini akan kami terima dan lanjutkan ke pimpinan DPRP," kata anggota Komisi I DPRP bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Emus Gwijangge didampingi dua rekannya Wilhelmus Pigai dan Decky Nawipa. (Yuni)

Dibaca 833 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.