Gereja Papua Desak Presiden Bentuk KPP HAM | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Gereja Papua Desak Presiden Bentuk KPP HAM

Headline Penulis  Selasa, 17 Maret 2015 15:29 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Forum Kerja Oikumenis Gereja – Gereja Papua mendesak Presiden Joko Widodo segera membentuk Komisi Penyelidik Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP HAM) untuk mengusut penembakan warga sipil di Paniai, pada 7 dan 8 Desember 2014, yang menewaskan 4 warga sipil.
“Kami minta Presiden mengirim KPP HAM datang dan buktikan, karena masyarakat melihat sendiri pelakunya adalah TNI/Polri. Presiden dipilih oleh orang Papua juga, maka harus kirim utsan ke sini,” kata Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di tanah Papua, Benny Giay, Senin (16/3). 
Benny juga meminta agar semua masyarakat Papua berperan aktif mendorongan dialog Jakarta-Papua, agar membuat titik terang semua kasus yang terjadi di tanah Papua. “Harus dilakukan dialog, semua orang Papua harus mempunyai peran aktif mendesak pelaksanaan dialog secara damai,”tekannya.
Ketua Sinode Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua, Pdt. Socrates Yoman berpandangan insiden 8 Desember di Paniai merupakan kejahatan serius.  “Pelaku gunakan alat Negara dan ini menjadi tanggung jawab Negara. KPP HAM harus bisa ungkap semuanya,” desak dia.
Socrates menilai penyelidikan yang dilakukan Polri terhadap kasus penembakan di Paniai berkualitas rendah. Bahkan, dia menilai ada upaya Polda Papua melindungi anggotanya yang melakukan penembakan.
“Aparat TNI seolah – olah diam dalam hal ini,  seolah mereka tidak terlibat dalam kasus penembakan itu. TNI dan Polisi saling menuding diam-diam, padahal masyarakat punya  foto dan terjadi disiang bolong,” tuturnya.
Ia juga beranggapan bahwa penyidikan aparat terhadap kasus di Paniai tidak netral dan pro institusi. Seolah-olah, hasil penyelidikan yang dikeluarkan aparat digiring ke ranah pelanggaran criminal biasa. “Mereka berusaha menggiring kasus pelanggaran HAM berat menjadi kasus kriminal biasa,”katanya.
Menanggapi pernyataan itu, Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang selalu memberikan dorongan moril kepada penyidik agar tidak menyerah melakukan penyelidikan meski memiliki kendala dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Kami berterima kasih kepada semua elemen masyarakat yang telah memberikan dorongan moril untuk tidak menyerah dengan kendala yang dihadapi dalam mengungkak para saksi dan bukti di lapangan,” kata Patrige, Senin (16/3).
Patrige juga menegaskan bahwa Polda telah memaparkan semua hasil kasus penyelidikan kasus tragedi 8 Desember di Komnas HAM Pusat di Jakarta. Pihaknya berharap semua komponen masyarakat dapat menyatukan persepsi dalam memandang peristiwa itu. “Jangan saling menuding tapi saling mendukung  dalam mengkomunikasikan semua permasalahan,” pintanya. (Syaiful)

Dibaca 468 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX